Home Industri Kacang Bawang, Berdayakan Warga - bregasnews.com - Koran Online Referensi Berita Pantura

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Kamis, 08 September 2016

Home Industri Kacang Bawang, Berdayakan Warga


Bregasnews.com- Kacang yang di anggap cemilan paforit di tengah masyarakat , menjadi ide bagi Tarmidi,SE. warga Desa Klikiran Kecamatan Jatibarang-Brebes, untuk berkecimpung di bidang home industri, dengan dasar ilmu yang di miliki, Bapak tiga anak jebolan dari Universitas Diponegoro [UNDIP] Semarang tersebut , selama 15 tahun telah merintis usaha kacang bawang.

Kacang bawang dengan mengambil merk Kacang Bawang Merah Brebes, produksinya telah merambah pasar daerah dan provinsi, dengan mempekerjakan 66 warga sekitar, satu hari bisa memproduksi 2 kwintal bahan baku kacang tanah.

Saat di temui di rumah Produksinya, Tarmidi, SE. yang juga di tunjuk sebagai ketua UMKM Kabupaten Brebes, serta menduduki posisi bendahara di UMKM Propinsi Jawa Tengah, bersama isrinya Sri Sulistyowati, membeberkan 15 tahun menggeluti home industry, dirinya bersyukur, dari hasil usaha yang ia dapat setidaknya telah mengantarkan 2 anaknya untuk bisa melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, anak pertama telah mempunyai gelar SPd, yang kedua juga mengenyam pendidikan di Sarjana Ekonomi [SE], sementara anak terakhir baru duduk di Sekolah Dasar.

Menurutnya dalam mengembangkan usaha, kendalanya ada pada bahan baku, di akui olehnya bahwa untuk memenuhi kebutuhan pasar, usaha kacang bawangnya memerlukan bahan baku lebih dari 2 ton per hari, namun sampai saat ini hanya mampu mendapatkan 2 kwintal per hari, “Bebernya”
Untuk itu kami berharap para petani Brebes untuk ikut mendukung usaha kacang bawang yang ada di Brebes, dengan lebih memanfaatkan lahannya untuk di Tanami kacang tanah, akan kami beli dengan harga saling menguntungkan “tegasnya”

Sementara sebagai Ketua UMKM Kabupaten Brebes, karena Brebes di kenal sebagai penghasil bawang terbesar, dirinya punya keinginan untuk mensejahterakan petani bawang merah, menurutnya selama ini dengan harga bawang yang tidak stabil, sangat merugikan petani, melalui Forum Petani Bawang Indonesia, dirinya telah melakukan koordinasi dan kerjasama dengan berbagai pihak untuk menstabilkan harga bawang merah. [Makroni]
0

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Iklan Disewakan

Laman