| Anggota DPRD Kabupaten Brebes, M. Rizki Ubaidillah saat audensi bersama Bupati Brebes dan perwakilan BBWS Cimancis di Pendopo Brebes |
Bregasnews.com – Anggota DPRD Kabupaten Brebes, M. Rizki Ubaidillah, melayangkan desakan kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung (Cimancis). Legislator yang akrab disapa Uki ini meminta kepastian waktu dan efektivitas perbaikan tanggul Sungai Babakan guna menghentikan siklus banjir tahunan yang merugikan warga.
Pernyataan tersebut disampaikan Uki usai mengikuti audiensi bersama Bupati Brebes, kepala OPD terkait, dan perwakilan BBWS Cimancis di Pendopo Brebes, Kamis (2/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Uki menyoroti proyek-proyek sebelumnya yang dinilai belum memberikan dampak nyata bagi pengendalian luapan air.
"Belajar dari pembangunan embung kemarin, kami rasa keefektifannya tidak berdampak signifikan. Kami minta sistem penanganan kali ini dipastikan benar-benar tepat sasaran agar anggaran yang turun tidak sia-sia," tegas Uki.
Ia menekankan bahwa masyarakat membutuhkan progres yang transparan. "Kami yang bersentuhan langsung dengan warga di bawah harus tahu sejauh mana keseriusan pusat dalam menangani masalah ini," tambahnya.
Kerusakan fasilitas publik serta kerugian harta benda pribadi warga menjadi alasan utama urgensi perbaikan ini. Uki meminta perhatian khusus tidak hanya pada Sungai Babakan, tetapi juga Sungai Pembuangan Buntiris yang kerap menjadi titik lemah saat curah hujan tinggi.
Merespons desakan legislatif, pihak BBWS Cimancis memaparkan sejumlah rencana strategis: Proses Lelang: Saat ini, proses tender untuk objek vital penanganan banjir sedang berjalan dan ditargetkan selesai sepenuhnya pada September hingga Oktober mendatang.
Sesuai instruksi Menteri PUPR, pekerjaan normalisasi di muara Sungai Babakan kini tengah dikebut. BBWS berkomitmen memberikan laporan perkembangan (progres) penggarapan setiap awal bulan kepada Pemkab Brebes.
Sebagai solusi jangka pendek sebelum pemenang lelang ditetapkan, disepakati bahwa titik-titik rawan akan dipasangi tanggul sementara. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir risiko jebolnya tanggul jika debit air meningkat secara tiba-tiba sebelum pengerjaan permanen dimulai dari hulu hingga hilir. (tris)







Tidak ada komentar:
Posting Komentar