Pemkab Brebes Dinilai Tidak Perhatian Terhadap Peternak Itik - bregasnews.com - Koran Online Referensi Berita Pantura

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Sabtu, 10 September 2016

Pemkab Brebes Dinilai Tidak Perhatian Terhadap Peternak Itik




Bregasnews.com  - Peternak itik sebagai penyuplai  kebutuhan telor mentah untuk pengusaha telor asin yang ada di Brebes menurut Atmo Suwito Rasban  Ketua Kelompok Tani Ternak Itik ( KTTI ) Adem Ayem Desa Pakijangan, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes Jumat ( 19/08/ 2016 ) nasibnya semakin memperihatinkan.

Pasalnya menurut Suwito selama ini Pemkab Brebes seakan menganak tirikan para peternak itik yang ada di di kabupaten Brebes. Terbukti tidak adanya program dan kebijakan- kebijakan dari Pemkab Brebes yang memihak kepada para peternak itik di Brebes.

“Sayang sekali Brebes sebagai kabupaten yang terkenal dengan telor asin tapi aneh tidak ada program atau kebijakan dari Pemkab Brebes yang berusaha untuk memajukan para peternak itik di Brebes. Jika keadannya seperti ini maka siap saja Brebes yang terkenal dengan telor asinnya akan ambruk dan terbuang posisinya sebagai penghasil telor asin pertama di Indonesia. “ ujar Suwito.

Lebih lanjut kata Suwito, Program Satu Juta itik dalam upaya untuk mempertahankan Brebes sebagai produksi utama telor asin dan pedaging haruslah ditunjang dengan  program nyata dan memihak kepada peternak itik yang ada di Brebes.

“Program Pemkab berupa anggaran untuk peternak itik terkait dengan pembelian DOD ( Day Old Duck ) atau meri justru dibelikan diluar kabupaten Brebes yaitu, Cirebon, Pemalang, dan beberapa kabupaten di Jawa Timur. Dengan adanya pembelian di luar kabupaten Brebes maka pendapatan asli desa dan pendapatan asli derah ( PAD ) terlempar di luar Brebes. Dan jika pembeliannya dari peternak itik yang ada di Brebes maka akan  membantu peternak  - peternak itik yang ada di Brebes” terang Suwito.

Masih kata Suwio, untuk Kelompok Tani Ternak Itik Adem Ayem yang dipimpinnya sendiri  pernah menjadi kelompok ternak itik terbaik di tingkat Nasional pada tahun 2007 dan 4 bulan yang lalu kedatangan tamu dari World Bank ( Bank Dunia ) yang menanyakan kepedulian pemerintah baik kabupaten, Provinsi maupun pusat terhadap kelompok tani ternak itik ( KTTI ) adem ayem .

Menurut Suwito Selama ini tidak ada bantuan dari Pemkab yang digelontorkan untuk KTTI, sehingga untuk tetap menajalankan program KTTI Adem Ayem kata Suwito didapatkan dari tabungan anggota, baik untuk stok pakan itik berupa bekatul yang sekarang sampai 30 ton.

Brebes sendiri menurutnya masih sangat kekurangan stok telor mentah Pada saat Ramadan , hari raya, Idul adha, dan tahun baru pengusaha telor asin di Brebes kekurangan stok sampi 5 juta butir telor asin. 

Pemkab baik dari Legeslatif ataupun Yudikatif  mestinya harus peka dengan pengembangan ekonomi kerakyatan. Jika Pemkab tidak terfokus kepada pengembangan ekonomi kerakyatan maka Brebes akan semakin memperhatinkan, pantas saja jika angka kemiskinan, jumlah pengangguran dan buta huruf di kabupaten Berebes paling besar di Provinsi Jawa Tengah.

“Brebes sebagian besar penduduknya sebagai petani dengan terkonsentrasi pada wilayah desa, mestinya pemerintah harus ekstra mengembangkan perekonomian yang ada di desa, dengan kebijakan- kebijakan- kebijakan yang terfokus pada pedesaan” tegas Suwito. ( JOHAN ARIS )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Iklan Disewakan

Laman