Strategi Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Pemberantasan Narkoba di Kota Bandung - bregasnews.com - Koran Online Referensi Berita Pantura

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Kamis, 31 Agustus 2023

Strategi Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Pemberantasan Narkoba di Kota Bandung



Bregasnews.com - “ Adanya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di berbagai negara, termasuk di Indonesia menyebabkan kerugian yang sangat besar baik moril maupun materil, bahkan kehilangan banyak nyawa melayang secara sia – sia.  Hal ini tentu membuat Pemerintah dan masyarakat merasa geram dan marah kepada para pengedar sehingga penggunanya saat ini sudah mencapai jutaan di tanah air. Dimana sekitar 70% dari para pengguna tersebut kebanyakan terjadi pada usia produktif yang tentu melahirkan kekhawatiran terhadap generasi muda sebagai penerus bangsa. Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo secara tegas menyampaikan bahwa Indonesia Darurat Narkoba. Apa yang disampaikan oleh Presiden selaku Kepala Negara dan juga Kepala Pemerintahan tentu wajib ditindaklanjuti oleh seluruh aparatur yang terkait guna menekan kemungkinan penyebaran yang semakin masif “, ujar Pegiat Anti Narkotika Dede Farhan Aulawi di Bandung, Rabu (30/8).



Hal tersebut ia sampaikan saat dirinya menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) dengan tema ‘Strategi Peningkatan Partisipasi Publik Dalam Pemberantasan Narkoba di Kota Bandung’ yang diselenggarakan oleh Satres Narkoba Polrestabes Bandung bekerja sama dengan Pemkot Bandung. Kegiatan FGD dilaksanakan di Auditorium Balai Kota Bandung dan dihadiri langsung oleh Kapolrestabes Bandung, Plh Walikota Bandung, Jajaran Forkompimda, dan para tokoh masyarakat. Dirinya sangat mengapresiasi terobosan – terobosan konkrit yang dilakukan oleh Kasatres Narkoba Polrestabes Bandung Akbp. Fauzan Syahrir, SE, MH yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Bahkan secara konkrit Kasatres Narkoba ini telah membuat Saung CEPOT (Cepat, Efektif, Proaktif, Tanpa Pamrih) di kelurahan Kebon Jeruk kecamatan Andir Kota Bandung sebagai sarana komunikasi para tokoh masyarakat setempat untuk mendorong kemandirian dan partisipasi dalam pemberantasan dan pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayahnya.


Menurutnya, narkoba saat ini telah menyebar ke seluruh pelosok tanah air. Bukan hanya di kota – kota besar saja, tetapi sudah sampai ke desa – desa bahkan pulau – pulau terluar dan terpencil, sehingga diperlukan adanya keterlibatan dan kebersamaan dengan seluruh lapisan masyarakat untuk menanggulanginya. Aparatur pemerintah tidak akan berhasil dalam mengatasi permasalahan narkoba ini jika tanpa pelibatan masyarakat. Oleh karenanya sosialisasi secara masif dan intens menjadi salah satu langkah strategis yang harus terus dilakukan guna meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba. Termasuk dampaknya, baik dampak terhadap gangguan fisik, psikis maupun sosial. 


“ Apalagi kondisi Indonesia sebagai negara, ibarat gadis cantik nan menawan sehingga banyak pemuda yang berusaha memikatnya. Maksudnya banyak negara – negara lain yang berkepentingan dengan Indonesia, sehingga peredaran narkoba disinyalir bukan hanya motif ekonomi semata tetapi juga adanya kemungkinan yang lebih dari itu, yaitu merusak generasi muda kader penerus bangsa.Di samping itu, sebagai negara yang memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia, Indonesia memiliki jalur masuk narkoba dari berbagai pelabuhan tidak resmi (jalur tikus) dengan jumlah yang banyak. Itulah sebabnya jaringan Internasional yang beroperasi di Indonesia, seperti dari Afrika Barat, Iran, Tiongkok, Pakistan, Malaysia, dan Eropa memanfaatkan kondisi tersebut sebagai jalur masuknya “, imbuh Dede.


Selanjutnya Dede juga menjelaskan bahwa berbagai upaya penanganan permasalahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dilakukan melalui program pencegahan, pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi dan pemberantasan. Program pencegahan dan pemberdayaan masyarakat dilakukan guna menyasar kepada kalangan yang masih bersih dari penyalahgunaan narkoba. Sedangkan bagi seseorang yang sudah terjerumus menjadi penyalahguna maupun pecandu narkoba, maka diberikan program layanan rehabilitasi. Rehabilitasi adalah langkah penting untuk memulihkan pecandu agar kembali produktif dan berguna ditengah masyarakat. Terkait hal ini, Dede juga menyambut positif rencana Pemkot Bandung yang akan membangun pusat rehabilitasi narkoba di kota Bandung dengan tujuan memudahkan pelayanan terhadap masyarakat yang membutuhkan layanan rehabilitasi narkoba.


“ Saya tahu Kasatres Narkoba Polrestabes Bandung dengan seluruh anggotanya sudah bekerja secara maksimal setiap hari. Hal ini menunjukan sebuah komitmen yang kuat, dimana tekad dimanifestasikan dalam bentuk tindakan nyata untuk memberantas penyalahgunaan narkoba. Namun demikian sekali lagi, bahwa pelibatan masyarakat harus terus dilakukan agar upaya – upaya nyata tersebut membuahkan hasil lebih maksimal lagi “, pungkas Dede.


Kegiatan FGD ini terlaksana sebagai salah satu gerakan menuju lahirnya kampung – kampung tangguh di kota Bandung, yaitu Kampung Bebas Narkoba. Semua narasumber, baik Kasatres Narkoba, Kepala Kesbangpol Kota Bandung, dan Penyuluh dari BNN Kota Bandung menaruh harapan dan nafas ajakan yang sama kepada seluruh masyarakat kota Bandung untuk bersama – sama berjuang dalam membebaskan kota Bandung dari ancaman penyalahgunaan narkoba. Begitupun dengan sambutan Kapolrestabes dan Plh Walikota Bandung yang menunjukkan komitmen dan tekad yang kuat dalam melakukan pemberantasan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Iklan Disewakan

Laman