Pelajar Madrasah Tewas di Kolam Renang Milik Guru Madrasah di Desa Luwung Gede, Larangan Brebes - bregasnews.com - Koran Online Referensi Berita Pantura

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Kamis, 29 Januari 2026

Pelajar Madrasah Tewas di Kolam Renang Milik Guru Madrasah di Desa Luwung Gede, Larangan Brebes

Bregasnews.com - Peristiwa tragis menimpa FA (10), putra tunggal pasangan Kosim dan Rosilah, warga Desa Luwunggede, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes. Bocah malang tersebut ditemukan tak bernyawa setelah tenggelam di sebuah kolam renang milik seorang oknum guru Madrasah, Ustaz M, pada jam istirahat sekolah.

Insiden bermula saat korban bersama rekan-rekannya mengisi waktu istirahat sekolah dengan berenang di kolam milik Ustaz M yang terletak tepat di belakang rumah pemilik. Kecurigaan muncul saat rekan-rekan korban kembali ke madrasah namun menyadari FA tidak ada bersama mereka.

Setelah dilakukan pencarian, ditemukan pakaian dan peci milik korban di pinggir kolam. Nahas, FA ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa di dasar kolam berukuran 3 \times 4 meter tersebut. Korban sempat dilarikan ke RS Soekarno, namun nyawanya tidak tertolong.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kolam renang yang dikelola secara komersial dengan tarif Rp3.000,- ini diduga kuat tidak memiliki izin operasional. Kondisi fisik kolam pun memprihatinkan: Selain dalam kondisi keruh, kolam tersebut juga tidak memiliki standar keselamatan bagi pengguna. 

Atas kejadian itu, pihak keluarga korban saat ini tengah berupaya untuk menuntut keadilan. Pihak keluarga bahkan menyatakan kekecewaannya terhadap sikap pemilik kolam yang juga merupakan guru korban. Mereka menilai ada upaya lepas tangan terkait tanggung jawab pengawasan saat jam sekolah.

"Kami menuntut keadilan. Anak kami adalah tanggung jawab sekolah saat jam pelajaran, dan keamanan kolam tersebut adalah tanggung jawab pemilik," tegas pihak keluarga.

Saat ini, kasus tersebut telah ditangani oleh Polsek Larangan. Garis polisi telah dipasang, dan beberapa barang bukti telah diamankan untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Sementara, pemilik kolam yang tidak lain adalah seorang guru madrasah di Desa Luwung Gede saat ditemui awak media tidak banyak memberikan keterangan. Mereka hanya nyatakan kalau untuk bisa bermain di kolam, tiap pengunjung di kenai tarif 3000 per kepala.***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Iklan Disewakan

Laman