Aksi Bersih Pantai HPSN 2026, Sinergi Tiga Pilar dan Masyarakat Bersatu Jaga Pesisir - bregasnews.com - Koran Online Referensi Berita Pantura

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Sabtu, 14 Februari 2026

Aksi Bersih Pantai HPSN 2026, Sinergi Tiga Pilar dan Masyarakat Bersatu Jaga Pesisir

Bregasnews.com (Tegal) – Semangat kepedulian lingkungan terlihat kuat di pesisir Pantai Larangan, Desa Munjungagung, Kabupaten Tegal, Jumat (13/2/2026). Ratusan peserta dari unsur pemerintah, TNI, Polri, pelajar, relawan, hingga masyarakat mengikuti Apel dan Aksi Bersih Pantai dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 bertema Menuju Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman didampingi Wakil Bupati Ahmad Kholid serta dihadiri Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo SH SIK MH bersama jajaran Forkopimda dan pimpinan instansi daerah, di antaranya Danlanal Tato Taufiqurochman, Danyonif 407/PK Sisriyanto Ade Prasiska, perwakilan Satradar Sudarman, Dandim 0712/Tegal Rachmat Ferdiantono, perwakilan Brigif 4/DR Tri Suradi, perwakilan Yonzipur Yupiter Kurnia Paripa, Kajari Yuriswandi, Sekda Amir Makhmud, Wakil Ketua DPRD Rudi Indrayani, Kepala Kemenag Ahmad Muhdzir, serta tokoh masyarakat termasuk Ketua Bumdes Warnadi.

Dalam amanatnya, Bupati menegaskan bahwa persoalan sampah bukan sekadar isu kebersihan, melainkan tantangan besar yang berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat, kelestarian ekosistem, serta kualitas hidup generasi mendatang. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional, timbulan sampah di Kabupaten Tegal mencapai sekitar ±661,94 ton per hari atau ±241.609 ton per tahun, sementara tingkat penanganan baru sekitar 10,05 persen.

“Momentum Hari Peduli Sampah Nasional ini harus menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan tidak cukup dengan wacana, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata seperti hari ini,” tegasnya.

Aksi bersih pantai dilakukan dengan pendekatan kurva sampah, yaitu memahami alur perjalanan sampah dari hulu hingga hilir. Konsep ini menekankan bahwa penanganan persoalan lingkungan tidak cukup hanya di pesisir, tetapi harus dimulai dari sumbernya, yakni perilaku manusia terhadap sampah.

Ratusan peserta apel kemudian bergerak bersama membersihkan area pantai dari sampah plastik, kayu, dan material kiriman banjir. Pemandangan kebersamaan antara aparat, pelajar, dan masyarakat menciptakan suasana gotong royong yang sarat makna—bahwa menjaga alam bukan tugas satu pihak, melainkan tanggung jawab bersama.

Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo SH SIK MH menegaskan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan lingkungan merupakan bagian dari tugas pengabdian kepada masyarakat, tidak hanya dalam penegakan hukum tetapi juga upaya preventif menjaga keselamatan dan kualitas hidup warga.

“Kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan seperti ini, Polri hadir untuk mendorong partisipasi masyarakat agar peduli sejak dini terhadap persoalan sampah dan dampaknya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan lingkungan. Dengan sinergi tersebut, diharapkan budaya hidup bersih dapat terus tumbuh dan menjadi kebiasaan kolektif dalam kehidupan sehari-hari.(gus)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Iklan Disewakan

Laman