Bregasnews.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Brebes menggelar seminar medis bertajuk "Time is Brain, Time is Muscle" pada Sabtu (23/5). Seminar ini diselenggarakan sebagai langkah strategis untuk mempercepat sistem rujukan kegawatan jantung dan stroke melalui peningkatan koordinasi antarfasilitas kesehatan, optimalisasi proses rujukan, serta pemanfaatan inovasi teknologi guna mempercepat waktu respons demi keselamatan pasien.
Dalam sambutannya, Direktur RSUD Brebes, drg. Adhi Supriadi, M.Kes., menekankan betapa krusialnya faktor waktu dalam menangani kasus kegawatdaruratan stroke dan jantung. Tema "Time is Brain, Time is Muscle" menggambarkan bahwa keterlambatan penanganan dalam hitungan menit saja dapat mengakibatkan kerusakan permanen pada jaringan otak dan otot jantung, bahkan meningkatkan risiko kecacatan hingga kematian.
"Keselamatan pasien sangat bergantung pada kecepatan koordinasi. Melalui seminar ini, mari kita perkuat sinergi antara rumah sakit, puskesmas, klinik, dan layanan ambulans agar memiliki pemahaman yang sama dalam memanfaatkan masa emas penanganan (golden period). Harapan kami, tidak ada lagi pasien yang terlambat ditangani hanya karena keterlambatan sistem rujukan," ujar drg. Adhi.
Sebagai rumah sakit kelas B, RSUD Brebes berkomitmen penuh memperkuat sistem rujukan regional. Saat ini, RSUD Brebes telah dilengkapi dengan layanan cathlab (laboratorium kateterisasi) dan teknologi Digital Subtraction Angiography (DSA). Fasilitas modern ini didapat melalui dukungan Program SIHREN Kementerian Kesehatan RI untuk pengembangan layanan prioritas KJSU (Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi).
Untuk memastikan pelayanan yang prima, fasilitas ini didukung oleh tim medis yang kompeten dan siap melayani 24 jam sehari selama 7 hari seminggu (24/7), yang terdiri dari:
2 Dokter Spesialis Jantung
2 Dokter Kardiologi Intervensi
2 Dokter Spesialis Saraf
Dokter Radiologi Intervensi
Tenaga kesehatan terlatih lainnya
Dengan kesiapan fasilitas dan SDM tersebut, RSUD Brebes optimis dapat berkembang menjadi pusat jantung terpadu di wilayah Pantura.
Sebelum seminar ini digelar, RSUD Brebes telah melewati serangkaian tahapan regulasi dan seremonial untuk memastikan legalitas dan kualitas layanan, di antaranya:
13 April 2026: Proses kredensialing pelayanan cathlab oleh BPJS Kesehatan Kantor Cabang Tegal.
12 Mei 2026: Soft launching oleh Bupati Brebes yang dihadiri langsung oleh Direktur Utama BPJS Kesehatan beserta jajarannya.
20 Mei 2026: Penandatanganan pakta integritas bersama BPJS Kesehatan di Universitas Padjadjaran, Bandung.
Penandatanganan pakta integritas tersebut menjadi tonggak penting guna memastikan bahwa layanan cathlab di RSUD Brebes berjalan secara profesional, transparan, berkualitas, dan memberikan manfaat optimal yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Brebes.
Kegiatan seminar ini dihadiri oleh kurang lebih 250 peserta yang antusias, terdiri dari para kepala puskesmas, direktur rumah sakit, pimpinan klinik, serta tenaga kesehatan dari seluruh wilayah Kabupaten Brebes. Melalui momentum ini, diharapkan integrasi layanan kesehatan di wilayah Brebes dan sekitarnya dapat terjalin lebih solid demi menurunkan angka mortalitas akibat penyakit jantung dan stroke.***







Tidak ada komentar:
Posting Komentar