Bregasnews.com – Kebijakan penahanan ponsel (HP) milik siswa di lingkungan sekolah kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial. Sorotan ini muncul setelah adanya keberatan dari pihak wali murid terkait penyitaan perangkat komunikasi milik salah satu siswi, yang dinilai tidak relevan dengan pelanggaran kedisiplinan penampilan yang dituduhkan.
Wali murid yang bersangkutan mengeluhkan bahwa anaknya dikenai sanksi penyitaan HP karena dianggap berhias berlebihan. Namun, pihak keluarga membantah tuduhan tersebut dan menjelaskan bahwa warna kemerahan pada bibir siswi adalah kondisi alami kulit. Selain itu, wali murid mempertanyakan relevansi antara pelanggaran penampilan dengan penyitaan alat komunikasi, serta prosedur penahanan yang dianggap terlalu lama.
Menanggapi polemik yang sempat viral tersebut, Kepala SMK Negeri 1 Brebes, Sri Indrawati, melalui guru Bimbingan Konseling (BK) bidang kesiswaan, Heni, memberikan klarifikasi. Pihak sekolah menegaskan bahwa penyitaan HP merupakan langkah edukatif dan pencegahan, bukan tindakan sewenang-wenang.
"Prinsipnya, HP adalah hak anak. Namun, ketika disalahgunakan, seperti digunakan saat jam pelajaran atau untuk hal-hal yang melanggar norma, tentu ada konsekuensi berupa penahanan sementara," ujar Heni saat ditemui di lingkungan sekolah, Selasa (9/6/2026).
Heni menjelaskan bahwa mekanisme penyelesaian masalah di sekolah sebenarnya mengedepankan komunikasi dua arah. Prosedur standar yang diterapkan adalah menahan sementara perangkat siswa yang melanggar, kemudian mengundang orang tua untuk hadir ke sekolah guna melakukan konfirmasi dan mediasi.
Terkait disiplin penampilan, sekolah menekankan agar siswa tetap tampil wajar dan sesuai dengan lingkungan pendidikan. Heni juga menambahkan bahwa dalam sejarah penanganan kedisiplinan, durasi penahanan HP bisa bervariasi tergantung pada kesepakatan dengan orang tua murid.
Bahkan, dalam beberapa kasus di masa lalu, Heni mengaku pernah ada penahanan HP sampai satu kardus. Dan ada HP siswa yang ditahan sampai 6 bulan dan katanya penahanan HP tersebut justru atas permintaan orang tua sendiri.
"Kami berharap setiap permasalahan dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik di sekolah, bukan di media sosial, agar solusi yang diambil tepat sasaran dan tetap mengedepankan aspek pendidikan," pungkasnya.
Reporter: Teguh
Editor : Tris

Tidak ada komentar:
Posting Komentar