Legenda Berbagai Kerajaan yang Tenggelam Ditelan Laut - bregasnews.com - Koran Online Referensi Berita Pantura

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Sabtu, 20 Juni 2026

Legenda Berbagai Kerajaan yang Tenggelam Ditelan Laut


Oleh : Dede Farhan Aulawi
Sejak zaman dahulu, lautan tidak hanya dipandang sebagai hamparan air yang luas, tetapi juga sebagai penyimpan rahasia peradaban yang hilang. Di berbagai belahan dunia, berkembang kisah-kisah mengenai kerajaan megah yang lenyap dan tenggelam ke dasar laut akibat murka alam, keserakahan manusia, atau kutukan para dewa. Meskipun sebagian besar kisah tersebut sulit dibuktikan secara ilmiah, legenda-legenda itu tetap hidup dalam ingatan masyarakat dan menjadi bagian penting dari warisan budaya manusia.

Salah satu legenda paling terkenal adalah kisah Atlantis. Menurut filsuf Yunani kuno Plato, Atlantis merupakan negeri yang sangat maju, kaya, dan memiliki teknologi yang melampaui zamannya. Namun, karena kesombongan dan kemerosotan moral penduduknya, kerajaan tersebut dikisahkan tenggelam ke dasar samudra hanya dalam satu malam akibat gempa bumi dan banjir besar. Hingga kini, keberadaan Atlantis masih menjadi misteri yang memicu berbagai penelitian dan spekulasi.

Di wilayah Nusantara, terdapat legenda tentang kerajaan-kerajaan pesisir yang hilang akibat naiknya permukaan laut. Masyarakat Jawa mengenal kisah tentang negeri-negeri kuno yang konon pernah berdiri di sepanjang pantai selatan sebelum akhirnya ditelan ombak besar. Beberapa cerita rakyat menghubungkan peristiwa tersebut dengan kekuasaan Nyi Roro Kidul, penguasa Laut Selatan yang diyakini memiliki kerajaan gaib di bawah samudra. Meskipun bersifat mitologis, legenda ini mungkin menyimpan ingatan kolektif tentang bencana tsunami atau perubahan garis pantai pada masa lampau.

Di Eropa, terdapat legenda tentang Cantre'r Gwaelod di wilayah Wales. Kerajaan ini dikisahkan sebagai negeri subur yang dilindungi tanggul besar. Karena kelalaian penjaga yang mabuk, pintu air terbuka saat badai datang, sehingga seluruh negeri terendam dan hilang di bawah laut. Hingga kini, penduduk setempat masih menuturkan cerita tentang lonceng gereja yang konon terdengar dari dasar laut ketika cuaca tenang.

Sementara itu, masyarakat Bretagne di Prancis mengenal kisah kota Ys. Kota ini digambarkan sangat indah dan makmur, tetapi dihuni oleh para bangsawan yang hidup dalam kemewahan berlebihan. Akibat keserakahan dan pelanggaran moral, air laut menerjang tembok pelindung kota dan menenggelamkan seluruh wilayahnya. Legenda tersebut menjadi simbol bahwa kekayaan dan kekuasaan tidak akan mampu melindungi manusia dari akibat perbuatannya sendiri.

Menariknya, perkembangan ilmu geologi dan arkeologi modern menunjukkan bahwa sebagian legenda kerajaan tenggelam mungkin berakar pada peristiwa nyata. Setelah berakhirnya Zaman Es terakhir sekitar 12.000 tahun lalu, permukaan laut dunia naik lebih dari seratus meter. Kenaikan tersebut menenggelamkan banyak wilayah pesisir yang dahulu dihuni manusia. Karena itu, tidak tertutup kemungkinan bahwa cerita tentang kerajaan yang hilang merupakan ingatan turun-temurun terhadap bencana alam yang terjadi ribuan tahun silam.

Pada akhirnya, legenda kerajaan yang tenggelam ditelan laut mengandung pesan yang melampaui sekadar kisah fantasi. Cerita-cerita tersebut mengingatkan manusia akan keterbatasannya di hadapan alam serta pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan, moralitas, dan lingkungan. Di balik ombak yang terus bergulung, mungkin masih tersimpan jejak-jejak peradaban yang menunggu untuk ditemukan, sekaligus mengingatkan bahwa kejayaan sebesar apa pun dapat lenyap apabila manusia mengabaikan kebijaksanaan dan keharmonisan dengan alam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Iklan Disewakan

Laman