Bregasnews.com (BALI) - Kota Tegal berhasil meraih penghargaan terbaik ke-2 untuk Kategori Akses dan Layanan Kesehatan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia.
Penghargaan berupa trophy dan insentif fiskal senilai Rp1,5 miliar, diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus kepada Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono pada acara Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi tahun 2026 Batch II Regional Jawa dan Bali di Bali Nusa Dua Convention Center, Kabupaten Badung, Bali, Jum'at (28/8/2026) malam.
Posisi Kota Tegal berada di tengah antara Kota Mojokerto sebagai
terbaik pertama dan Kota Surabaya sebagai terbaik ketiga pada Kategori Akses dan Layanan Kesehatan tingkat kota.
Acara yang diselenggarakan kerjasama antara Kemendagri dan Tempo ini turut dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto dan Akhmad Wiyagus, Sekjen Kemendagri, Direktur Utama Tempo Media Grup serta kepala daerah provinsi dan kabupaten/kota se-Pulau Jawa dan Bali.
Hadir juga Sekretaris Daerah Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono mendampingi Wali Kota Tegal.
Usai menerima penghargaan, Wali kota Tegal Dedy Yon Supriyono menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kementerian Dalam Negeri yang telah mempercayakan Kota Tegal
sehingga Kota Tegal mendapatkan apresiasi Kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan yang terbaik ke-2.
Dedy Yon berharap dengan apresiasi ini pihaknya bisa terus meningkatkan pelayanan kesehatan di Kota Tegal.
"apresiasi ini kita bisa terus tingkatkan pelayanan kesehatan untuk seluruh masyarakat di Kota Tegal," harapnya.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Muhammad Tito Karnavian dalam sambutannya menyampaikam bahwa apresiasi pemerintah daerah berprestasi sudah dimulai dari Batch I dengan empat topik yang dilombakan yaitu penurunan kemiskinan dan stunting, penurunan tingkat pengangguran, pengendalian inflasi dan pendanaan kreatif.
"Di Batch II ini kita udah mulai dengan empat yang diperlombakan yaitu pengelolaan sampah dan lingkungan asri, akses dan kualitas layanan kesehatan, akses penduduk ke layanan pendidikan dan implementasi program tiga juta rumah," ujar Tito.
Terkait bidang kesehatan, menurutnya salah satu hal yang mendasar dan termasuk kedalam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Tito menegaskan bahwa pemerintah harus hadir di enam SPM diantaranya bidang kesehatan seperti perbaikan puskesmas, perbaikan rumah sakit serta mendorong atau mendukung program cek kesehatan gratis.
"Saya ucapkan selamat kepada rekan-rekan yang mendapatkan penghargaan kali ini, bagi yang belum beruntung masih ada Batch III. Mudah-mudahan bisa memotivasi untuk bekerja lebih keras," pungkasnya.(gus)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar