​Misteri Hilangnya Pria di Kemukten Brebes Terkuak, Anak Kandung Akui Bunuh dan Mutilasi Ayah Kandung - bregasnews.com - Penyalur Suara Publik

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

18 Oktober 2026

​Misteri Hilangnya Pria di Kemukten Brebes Terkuak, Anak Kandung Akui Bunuh dan Mutilasi Ayah Kandung

​Bregasnews.com — Misteri hilangnya Waslam (50), warga Desa Kemukten, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes, akhirnya terkuak setelah anak kandungnya sendiri, Hadi Sunoto (24), mendatangi kantor polisi dan menyerahkan diri atas dugaan tindak pidana pembunuhan yang dilakukan sekitar empat bulan lalu.

​Hadi mendatangi Mapolsek Kersana pada Kamis (15/10/2026) malam. Di hadapan petugas, pemuda tersebut memberikan pengakuan mengejutkan bahwa dirinya telah membunuh ayahnya dengan cara menggorok dan memutilasi jasad korban menjadi beberapa bagian, merebusnya, lalu membuang potongan tubuh tersebut ke sungai secara terpisah.

​Pengakuan ini sontak menggegerkan warga sekitar dan viral di media sosial setelah kerumunan warga mendatangi kantor kepolisian untuk memastikan kebenaran kabar tersebut.

​Menindaklanjuti laporan mandiri tersebut, jajaran kepolisian langsung bergerak cepat dengan memasang garis polisi (police line) di dua lokasi berbeda yang letaknya berdekatan di Desa Kemukten. Lokasi pertama merupakan rumah yang selama ini ditempati oleh pelaku bersama korban, ibu, dan dua adiknya. Sedangkan lokasi kedua adalah sebuah rumah di kompleks perumahan yang dibeli pelaku secara kredit.

​Saat ini, pelaku Hadi Sunoto telah diamankan dan menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Brebes. Polisi juga turut memintai keterangan dari ibu pelaku guna mendalami keberadaan korban serta mengungkap rangkaian peristiwa yang terjadi beberapa bulan lalu.

​Kasus ini mengejutkan pihak keluarga dan tetangga. Selama berbulan-bulan, warga mengira korban sedang merantau dan berjualan siomay di Kota Tegal. Paman korban sekaligus paman pelaku, Taryono, mengaku terkejut saat mengetahui kedatangan petugas kepolisian ke rumah keponakannya.

​"Saya kaget, tiba-tiba ada polisi yang ramai-ramai datang ke rumah Hadi dan memasang garis polisi. Kita tahu informasi Hadi mengaku membunuh ayahnya juga dari media sosial," ujar Taryono saat ditemui di Desa Kemukten, Jumat (16/10/2026).

​Berdasarkan informasi yang dihimpun dari lingkungan sekitar, pelaku diduga menyimpan kekesalan akibat korban sudah lama tidak bekerja dan kerap memaksa meminta rokok kepada istrinya, yang diduga menjadi pemicu konflik keluarga. Kendati demikian, motif pasti di balik aksi keji ini masih dalam proses penyelidikan mendalam oleh pihak kepolisian.

​Bibi pelaku, Ina (50), yang tinggal bersebelahan dengan kediaman korban, membenarkan bahwa Waslam tidak memiliki pekerjaan tetap dan sering meminta rokok. Namun, keluarga dan tetangga tidak pernah menaruh kecurigaan karena pelaku selalu menutupi kepergian korban dengan alasan sedang berjualan siomay menggunakan sepeda motor dan menanggung kebutuhan keluarga.

​Pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini guna mengumpulkan barang bukti serta memastikan kebenaran seluruh keterangan yang diberikan oleh terduga pelaku.***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Iklan Disewakan

Laman