Dandim 0713/Brebes : Himbau Warga Brebes Jangan Terbujuk Jihad Yang Menyakiti Orang Lain - bregasnews.com - Koran Online Referensi Berita Pantura

Breaking

Home Top Ad



Post Top Ad

Senin, 14 Mei 2018

Dandim 0713/Brebes : Himbau Warga Brebes Jangan Terbujuk Jihad Yang Menyakiti Orang Lain


Bregasnews.com - Siapa saja berkesempatan untuk menghafal 30 Juz Al-Qur’an, Pusat Karantina Tahfizh Al-Qur'an Nasional yang bekerjasama dengan Kemenad RI, mewadahinya melalui kegiatan Karantina Tahfizh Al-Quran “Hafal Quran sebulan”.

Sebelum para peserta yang ingin mengikuti karantina Tahfizh Al-Quran, sebelumnya dilaksanakan Seminar Nasional Rahasia Karantina Tahfizh Al-Quran yang telah terselenggara di Gedung Almayra Convention Hall Grand Dian Hotel Brebes. Minggu (13/5/18).

Acara ini dihadiri Bupati Brebes yang diwakili Kepala BNK Brebes Drs. Atmo Tansidik, Dandim 0713 Brebes Letkol Inf. Ahmad Hadi Hariono, Ustadz Yadi Iryadi Al-Hafizh, Ustad Ma'mun Al Qurthuby Al-Hafihz, KH. Rosidi, Ketua Panitia H. Mabruri, SH.MH serta ratusan peserta seminar.

Forum diskusi interaktif Hafal Quran sebulan.

Ustadz Yadi Iryadi Al-Hafizh menerangkan bahwa, para peserta yang akan dikarantina melalui program karantina tahfizh, haruslah dengan niat ikhlas, sikap dan keyakinan positif, mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, serta mengikuti seluruh peraturan yang ada. “Mindset dari alumni Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional mengenai Muraja’ah Hafalan Al-Qur’an, bahwa hafalan Qur’an itu tidak bisa lupa, namun yang ada adalah tersimpan. Jadi para peserta nanti setelah dikarantina sebulan, harus terus mengulang-ulang pengetahuan, menambah pemahaman dan kelancaran hafalan, sehingga akan hafal Al-Qur’an selama hidupnya” terangnya.

Jika pasca Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional ternyata hafalan Al-Qur’an belum bisa disimak 30 juz sekali duduk, maka itu bukan berarti lupa seluruhnya melainkan tersimpan dalam memori bawah sadar.

“Jika 30 juz tersebut mampu dimutqinkan kembali 5-20 menit per halaman, maka itulah proses membangkitkan kembali hafalan yang tersimpan. Maka berusahalah agar setiap hari menjadi mutqin minimal 5 halaman (2-3 jam/hari), sehingga dalam satu minggu diharapkan mampu melancarkan hafalan per-1 Juznya” imbuhnya.

Penggunaan standarisasi metode Tahfizh yang bisa dilakukan oleh seluruh orang dengan berbagai tipe modalitas belajar yang berbeda, baik secara visual, auditory, kinesthetic, olfactory maupun gustatory. Sehingga memori hafalan yang tersimpan permanen dalam pikiran bawah sadar, dapat dimuraja’ah kembali dalam waktu 5-15 menit per halaman pasca mengikuti Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional.

Lebih lanjut, kewajiban Muslim adalah untuk mempelajari, mendalami dan juga mengamalkan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari. “Pada pelaksanaan Seminar Nasional Rahasia Karantina Hafal Quran sebulan ini, tujuannya adalah terwujudnya keluarga Muslim satu Hafish/ah di tahun 2030. Penyelenggaraan program hafal Al - Quran 1 bulan memberikan kesempatan yang sama untuk berikhtiar secara maksimal dengan sejarah objektif dan fokus melalui karantina. Kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu secara formal maupun non formal, material maupun non material sehingga dapat terlaksana seminar nasional ini” pungkasnya.

Sementara Dandim 0713 Brebes, Letkol Inf Ahmad Hadi Hariono dalam sambutannya mengatakan “Akhir-akhir ini sudah banyak kejadian yang sebenarnya terjadi karena kurangnya pemahaman kepada Al-Quran. Banyak kelompok - kelompok yang menginginkan Indonesia tidak aman dengan menebarkan teror yang hanya berbekal penggalan ayat suci Al-Quran, dengan tujuan untuk memecah belah dan menghancurkan bangsa Indonesia. Saya menghimbau untuk belajar Islam secara menyeluruh. Yang berbahaya itu belajar Al- Quran ditempat tersembunyi tidak terbuka dan takut diketahui aparat keamanan maupun orang lain. Hal - hal semacam ini yang perlu kita waspadai bersama” terang Dandim.

“Setiap agama mengajarkan untuk tidak menyakiti sesama manusia bahkan hewan sekalipun. Beberapa waktu yang lalu ada kelompok atau pihak tertentu yang dengan bangga mati syahid, namun caranya tidaklah benar. Didalam Al-Quran ataupun Hadizh, tidak mengajarkan dan tidak membenarkan bahwa bunuh diri itu masuk syurga, apalagi yang menjadi korban adalah sesama umat manusia. Mari kita semua untuk selalu hormat menghormati dan menjaga sesama serta menjaga kedamaian. Dan semoga dengan banyaknya para penghafal Al-Quran, kedepannya Brebes akan tercipta para generasi penerus pemimpin bangsa yang beraklak mulia karena hafal Al-Quran” pungkasnya.

Beberapa pilihan program yang pertama di bulan suci Ramadhan 1439 H nanti, adalah program 2 pekan 10 Juz, 1 (satu) pekan 5 Juz dan 1 (satu) pekan 1 juz.

Sejak tahun 2014, Pusat Karantina Tahfizh Al-Qur'an Nasional telah mewisuda lebih dari 5.725 orang peserta dengan tingkat kepuasan maksimal. Hal ini terbukti dari rata-rata peserta karantina tahfizh masuk atas saran dari alumni-alumni sebelumnya, yang tersebar dari Aceh hingga Papua, bahkan luar negeri seperti Malaysia, Thailand, Australia, Jepang, Jerman dan Kanada. (Aan/trish)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Iklan Disewakan

Laman