Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap I TA. 2017 Yang Dibuka Secara Simbolis Oleh Wakil Bupati Brebes - bregasnews.com - Koran Online Referensi Berita Pantura

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Minggu, 09 April 2017

Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap I TA. 2017 Yang Dibuka Secara Simbolis Oleh Wakil Bupati Brebes


Wakil Bupati Brebes Nardjo,SH saat membuka secara simbolis TMMD Sengkuyung Tahap I TA.2017 di Lapangan Desa Banjaran Kecamatan Salem Kabupaten Brebes


Bregasnews.com - Upacara Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap I TA. 2017 yang  bertemakan “ Dengan Semangan Kemanunggalan TNI Rakyat Kita Percepat Pembangaunan Di Daerah Guna Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Dalam Rangka Menjaga Keutuihan NKRI “,  dengan bertindak sebagai Irup (Inspektur Upacara) adalah Bupati Brebes yang diwakili Wakil Bupati Brebes  Narjo, Perwira Upacara Kapten Inf Sakwad Pasipers Kodim 0713/Brebes sedangkan untuk Komandan Upacara (Danup) dijabat oleh Kapten Arm Komari Danramil 11/Paguyangan Kodim 0713/Brebes. Rabu 05 April 2017, bertempat di Lapangan Desa Banjaran Kecamatan Salem Kabupaten Brebes.

Sambutan Gubernur Jawa Tengah yang dibacakan oleh Irup adalah mengucap rasa syukur karena dengan semangat kegotong-royongan dan kebersamaan melalui TMMD (Tentara Manunggal Membangun Desa) Ke-98 dan TMMD Sengkuyung Tahap I Prov. Jateng TA. 2017 sehingga pada hari ini dapat dimulai dengan upacara pembukaan.

Program TMMD ini, menurutnya adalah bagian dari cara merawat dan mengikat rasa kebersamaan dan gotong royong dalam mengatasi permasalahan kemiskinan dan pengangguran, mewujudkan kedaulatan pangan dan energi, memberanta Narkoba serta merperkuat rasa nasionalisme patiotisme.

Oleh karena itu, kata dia, semua pihak harus bersinergi bahu membahu dan tidak mengandalkan Pemerintah, TNI dan Polri saja dengan satu tujuan mensejahterakan kehidupan masyarakat desa dengan kemandirian. Kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan harus kita atasi karena di Prov. Jateng Tahun 2016 angka kemiskinan mencapai 13,19% dari total jumlah penduduk.

Sedangkan, dikatakannya, Tingkat Penganguran Terbuka (TPT)  4,63% dari angkatan kerja, untuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Tahun 2015 adalah 69,49 dan pertumbuhan ekonomi Tahun 2016 sebesar 5,28% dengan angka laju inflasi 2,36%.

Untuk itu, kata dia, pemerintah Jateng memiliki program dalam mengurangi kemiskinan dan penganguran dengan prioritas wilayah Kabupaten/Kota dengan melakukan peningkatan sinergitas dengan melibatkan berbagai OPD, memberikan Bea Siswa bagi keluarga miskin, bantuan pembangunan RTLH (Rumah Tidak Layak Huni), Pemberian Jamkesda bagi Non Kuaota, pendampingan dan pemberdayaan bagi pelaku UMKM dan para Kadang Tani.

Dan tidak kalah pentingnya, menurut dia, adalah peningkatan akses jamban masyarakat hal ini adalah upaya untuk mengajak masyarakat berperilaku hidup sehat dengan tidak membuang sampah sembarangan yang akan merusak kelestarian lingkungan.

Sasaran kegiatan TMMD ini adalah sasaran Fisik dan Non Fisik. Fisik meliputi pekerjaan pengaspalan jalan panjang 218 m lebar 2,5 m, Makadam panjang 739 m lebar 1-2,5 m, 2 ruas Talud penahan jalan dengan panjang total  234 m tinggi 0,5 - 5 m, Plat Decker panjang 1 m lebar 2,5 m (sementara mencapai hasil 90%), Pembuatan 1 Unit Pos Kamling panjang 2 m lebar 3 m (sementara mencapai hasil 25%), pembuatan Drainase panjang 126 m tinggi 0,25 – 0,4 m, pekerjaan Rabat Beton panjang 329 m lebar 2,4 m dan tinggi 0,20 m, pekerjaan Bak Kontrol panjang 8 m, pekerjaan Abutmen Jembatan T 5 m lebar 1,5 m (sementara mencapai hasil 25%), pekerjaan Talud Jembatan panjang 7 m tinggi 4,5 m (sementara mencapai hasil 25%) dan perkerjaan Tembok Sedada panjang 1,85 m tinggi 1,2 m tebal 0,4 m.

Sedang sasaran yang kedua adalah sasaran Non Fisik antara lain pelayanan Akte Kelahiran, Penyuluhan-penyuluhan antara lain (Penghijauan, Pertanian, Peternakan, Penanggulangan Bencal, Hukum secara terpadu, Kesehatan, Pengobatan gratis, KB, Kamtibmas, Waji belajar 9 tahun, Model kawasan Rumah Pangan Lestari, PPBN), Sosialisai-sosialisasi antara lain (Perijinan KPPT, Tenaga Kerja & Transmigrasi, Permasalahan Sosial, UU Perkawinan No. 1 Tahun 1974), Pelayanan-pelayan yaitu (Pembutan SIM dan KB). Sedangkan sumber dana berasal dari APBD I dan APBD II dengan total anggaran mencapai Rp. 737.200.000,- dan pekerja 100 orang perhari. Untuk Pra TMMD dimulai tanggal 26 Maret s.d 04 April 2017 sedangkan pelaksanaan resmi dimulai tanggal 05 April s.d. 04 Mei 2017.

Acara dilanjutkan penyerahan alat dan peralatan TMMD secara simbolis dan penandatanganan dokumen TMMD oleh Bupati Brebes dan Dandim 0713/Brebes serta pemukulan kentongan tanda dibukanya TMMD ini secara resmi.(Tris)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Iklan Disewakan

Laman