Dede Farhan Aulawi Uraikan Prinsip Desain Kemasan Produk - bregasnews.com - Koran Online Referensi Berita Pantura

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Rabu, 27 Oktober 2021

Dede Farhan Aulawi Uraikan Prinsip Desain Kemasan Produk



Bregasnews.com - “ UMKM dari satu sisi sudah terbukti dan teruji sebagai elemen usaha masyarakat yang cukup tangguh dalam menghadapi berbagai goncangan ekonomi yang terjadi, namun di lain sisi tentu tidak cukup hanya dengan berpuas diri saja. Harus ada langkah konkrit untuk terus melakukan terobosan dan inovasi kreatif agar produk – produk yang dihasilkan bisa lebih menarik sehingga bisa meningkatkan minat konsumen untuk membelinya “, ujar Desainer Kemasan Dede Farhan Aulawi di Bandung, Rabu (27/10).


Kemudian dia pun menjelaskan bahwa sebelum bicara kualitas dan rasa, ketertarikan calon konsumen dalam mencoba suatu produk sangat ditentukan oleh kemasan dari produk tersebut. Desain kemasan yang bagus tidak sekedar menarik minat konsumen, tetapi juga bisa berpengaruh terhadap “harga” yang dinilai layak untuk produk tersebut. Pernah ada pelaku usaha yang membuat suatu produk dan dikemas dengan dua kemasan yang berbeda karena memiliki dua segmen market yang berbeda. Sudah jelas karena kemasannya berbeda maka harga pun berbeda, dan ternyata masing – masing harga memang memiliki pasarnya masing – masing. Meskipun isi produknya sebenarnya sama saja. Itulah sebabnya pelatihan “Desain Kemasan Produk Bagi Para Pelaku UMKM” menjadi sangat penting untuk meningkatkan daya tarik produknya sehingga meningkatkan omset penjualan. Ujarnya.


Dengan demikian fungsi dan makna kemasan dalam upaya membangun citra produk sangatlah penting. Konsep dasar cara mendesain atau meredesain kemasan yang baik sesuai kriteria desain perlu dijelaskan agar sesuai dengan kebutuhan pasar. Itulah sebabnya berbagai pelatihan yang diselenggarakan terkait dengan materi ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan pemahaman mengenai desain kemasan yang baik dan dapat merancang/ mengembangkan desain kemasan yang lebih baik.


Konsep dasar mulai dari konsep komunikasi produk, citra kemasan, tahap-tahap proses desain dan pengembangan kemasan perlu terus disosialisasikan secara masif agar produk – produk UMKM Indonesia tidak hanya bisa diterima di dalam nenegri saja, melainkan juga bisa go internasional. Perlu diingat bahwa setiap gagasan tidak sepenuhnya dapat diwujudkan dalam bahasa verbal, artinya beberapa gagasan akan dimanivestasikan dalam bayangan visual yang ada dalam persepsi. Melalui gambar itulah maka manusia akan mengingat persepsi suatu produk. Itulah sebabnya seorang desainer grafis (desain komunikasi visual) dituntut harus dapat berkomunikasi melalui bahasa gambar (bahasa rupa). 


Pada awalnya desain disebut sebagai seni terapan (applied arts), untuk membedakan dengan seni murni (fine arts). Namun setelah perkembangan industri moderen terjadi proses sosialisasi yang memisahkan seni terapan menjadi sebuah bidang tersendiri yang dinamakan desain. Istilah desain grafis atau graphic design, yang mempunyai arti proses merancang gambar atau bentuk-bentuk visual dwimatra (dua dimensi) untuk kepentingan komunikasi yang fungsional dan efektif.


Mendesain adalah pemikiran yang memberi keputusan kreatif dengan titik berat pada nilai tambah produk. Beberapa keputusan desain yang baik melibatkan elemen-elemen rupa, seperti :

1. Garis (line) : garis adalah tanda yang menghubungkan dua titik.

2. Bentuk (shape) : Bentuk adalah apapun yang mempunyai dimensi tinggi dan lebar. Bentuk-bentuk mendefinisikan benda-benda atau objek-objek yang menarik perhatian, menyampaikan ide-ide, dan menambahkan semangat.

3. Teksture (Texture) :adalah wajah atau sentuhan dari suatu permukaan . Textur menambah kekayaan dan dimensi, menekankan, dan mengusulkan suasana hati atau perasaan.

4. Ruang (space) : ruang adalah jarak atau area antara sekeliling benda-benda. Ruang memisahkan atau menyatukan, memberi penekanan (highlights) dan memberi istirahat pada mata.

5. Ukuran (size): ukuran adalah seberapa besar atau kecil. Ukuran memperlihatkan apa yang paling penting, menarik perhatian dan membantu kita mencocokan lay-out be Nilai (value) : nilai adalah kegelapan dan terang akan suatu daerah. Nilai merefleksikan suasana hati, mendramatisir, dan menciptakan kedalaman dalam ilusi.

7. Warna (colour): warna adalah alat penting sebagai simbol atau tanda komunikasi. Warna menyampaikan suasana hati, menarik, menekankan hal yang penting.rsama-sama.


Kemudian dalam melakukan desain, kitapun jangan melupakan apa yang disebut dengan Prinsip Desain karena akan menentukan apa yang dibuat dengan setiap elemen desain dan bagaimana kita membuatnya. Empat prinsip desain tersebut adalah :

1. Keseimbangan (balance). Keseimbangan adalah sebuah penyaluran atau pendistribusian yang sederajat atas berat/ bobot.

2. Ritme (rhytme). Ritme adalah sebuah pola yang dikreasikan dengan mengulang-ulang elemen yang bervariasi.

3. Tekanan (emphasis). Tekanan adalah apa yang paling menonjol mendapatkan perhatian yang pertama.

4. Kesatuan (unity). Kesatuan adalah seluruh elemen terlihat saling memiliki.


Dalam perkembangan selanjutnya sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, telah meningkatkan kesadaran manusia untuk hidup sehat. Hal tersebut tentu juga harus menjadi salah satu pertimbangan dalam membuat desain kemasan khususnya produk – produk yang terkait dengan pangan. Disinilah fungsi teknologi pengemasan menjadi lebih luas, yaitu untuk :

1.Menjaga produk pangan agar tetap bersih, terlindung dari kotoran dan  kontaminasi.

2.Menjaga produk pangan dari kerusakan fisik, perubahan kadar air dan  pengaruh sinar.

3.Memudahkan dalam membuka/menutup, memudahkan dalam  penanganan, pengangkutan dan distribusi.

4.Menyeragamkan produk pangan dalam ukuran, bentuk dan bobot yang  sesuai dengan standar yang ada.

5.Menampakkan identifikasi, informasi, daya tarik dan tampilan yang  jelas dari bahan pangan yang dikemas sehingga dapat membantu  promosi/penjualan.

6.Memberikan informasi melalui sistem labelling, bagaimana cara  penggunaan produk, tanggal kadaluarsa dan lain-lain.


Kemudian kemasan juga harus dirancang serius, bagus, menarik dan estetis agar mempunyai daya tarik bagi pelanggan. Daya tarik pada pelanggan merupakan kombinasi dari sejumlah faktor. Baik yang berkaitan dengan daya tarik visual, penampilan, bentuk, warna (warna kemasan adalah kunci  pengemasan yang menjual), dan kecenderungan pasar.


“ Demikianlah sedikt ulasan terkait dengan desain dan rancangan kemasan produk untuk meningkatkan daya tariknya, sehingga meningkatkan minat beli konsumen yang akan berujung pada peningkatan nilai omset penjualan. Untuk memehami pengetahuan dan keterampilan dalam mengaplikasikannya tentu perlu dibahas dalam berbagai pelatihan yang diselenggarakan, karena desain kemasan tidak cukup sebagai pengetahuan saja, melainkan harus menjadi sebuah keterampilan agar memiliki nilai manfaat yang maksimal. Semoga bermanfaat “, pungkas Dede menuutup penjelasan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Iklan Disewakan

Laman