MASJAKA Desak Pencopotan Kepala BBWS Cimanuk-Cisanggarung Akibat Pembiaran Banjir Lima Tahun - bregasnews.com - Koran Online Referensi Berita Pantura

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Kamis, 26 Maret 2026

MASJAKA Desak Pencopotan Kepala BBWS Cimanuk-Cisanggarung Akibat Pembiaran Banjir Lima Tahun

​Bregasnews.com – Komunitas warga yang tergabung dalam Masyarakat Jaga Kali (Masjaka) menggelar aksi unjuk rasa di Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Kamis (26/3). 

Massa menuntut normalisasi segera Kali Babakan dan mendesak pencopotan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung karena dinilai gagal menangani krisis banjir tahunan.
​Komunitas Masyarakat Jaga Kali (Masjaka) dipimpin koordinator aksi, Mahfudin, yang menyasar kinerja Kepala BBWS Cimanuk-Cisanggarung, Agus Kuncoro. Aksi unjuk rasa menuntut normalisasi (pengerukan dan pembuatan tanggul) Kali Babakan serta transparansi anggaran sebesar Rp200 miliar.

Aksi unras ​berlangsung di wilayah Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kamis, 26 Maret 2026, sehari pasca banjir besar yang merendam ribuan rumah pada Rabu (25/3).

​Kekecewaan warga memuncak karena banjir akibat luapan Kali Babakan terus berulang selama lima tahun terakhir tanpa ada langkah konkret dari pihak berwenang.

​Massa melakukan orasi dan secara tegas meminta pemerintah mencopot Agus Kuncoro dari jabatannya karena dianggap lalai dalam merespons ancaman bencana yang sudah terpetakan.

​Warga mendesak pengerukan total dan pembangunan tanggul permanen di Kali Babakan yang mengalami pendangkalan parah.

​Masjaka mempertanyakan kejelasan alokasi dana sebesar Rp200 miliar yang dikabarkan telah dianggarkan untuk normalisasi namun belum terlihat implementasinya di lapangan.
​Ia mendesak penggantian Kepala BBWS Cimanuk-Cisanggarung dengan sosok yang lebih kompeten dan responsif terhadap penderitaan rakyat.

​"Sudah lebih dari lima tahun kami menderita. Kali Babakan tidak pernah disentuh pengerukan. Kami mendesak agar Agus Kuncoro dicopot dan diganti, serta segera dilakukan pengerukan nyata," tegas Mahfudin dalam orasinya di tengah massa.

​Kemarahan warga dipicu oleh banjir besar pada 25 Maret 2026 yang merendam enam desa (Karangmalang hingga Buara). Ketinggian air yang mencapai pinggang dewasa tidak hanya melumpuhkan ekonomi, tetapi juga mengakibatkan kerusakan materiil dan trauma mendalam bagi warga di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak BBWS Cimanuk-Cisanggarung belum memberikan pernyataan resmi. Warga mengancam akan melakukan aksi susulan dengan jumlah massa yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak segera dipenuhi dalam waktu dekat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Iklan Disewakan

Laman