SEMANGAT HARI KEBANGKITAN NASIONAL DI ERA MEDIA SOSIAL - bregasnews.com - Koran Online Referensi Berita Pantura

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Kamis, 21 Mei 2026

SEMANGAT HARI KEBANGKITAN NASIONAL DI ERA MEDIA SOSIAL

Oleh Kustoro Wihanjayanto, S.IP
Sekretaris Forum Pembauran Kebangsaan ( FPK ) Kabupaten Brebes
( Alumni Program Pemantapan Nilai – Nilai Kebangsaan – Lemhannas RI )

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi begitu sangat cepat berkembang di muka bumi, tentu ini merupakan sebuah kemajuan sekaligus menjadikan tantangan dalam kehidupan dan berbangsa dan bernegara. 

Informasi begitu mudah dan cepat tersebar secara Real Time, artinya detik ini terjadi detik ini juga orang mengetahui ini adalah sebuah kemudahan yang kita peroleh di era teknologi komunikasi informasi dan media sosial. 

Kita tidak bisa membayangkan bagaimana Wahidin Sudirohusodo selaku humas yang harus menyebarkan informasi pentingnya organisasi yang bersifat nasional untuk berjuang mempersatukan para pemuda atau bangsa Indonesia pada tahun kisaran tahun 1900an. 

Kita tidak bisa membayangkan insfratukur transportasi seperti apa kemudian laut seperti apa dan sebagainya tetapi itu mereka lakukan dengan penuh kesadaran, penuh semangat bagaimana bangsa ini bersatu. 

Keterbatasan teknologi informasi apalagi komunikasi dan transportasi tidak menyurutkan para pelajar yang ada di STOVIA untuk menyatukan yang berserakan menjadi satu.

Sejarah berdirinya Budi Utomo yang menjadi cikal bakal lahirnya hari kebangkitan nasional adalah digagas atau dirintis oleh para orang-orang terpelajar yang saat itu sedang belajar di sekolah kedokteran Belanda stovia. 

Dokter Sutomo merupakan sang inspirator berdirinya organisasi Budi Utomo beliau bertindak sebagai ketua dan pendiri organisasi tersebut. Namun dari itu beliau tidak sendirian ada dokter Wahidin Sudirohusodo beliau adalah bertugas sebagai publik relation atau humas yang menyampaikan Informasi dana pendidikan atau studies fund bagi anak-anak Bumiputera. 

Studies fund Itu artinya adalah pribumi yang cerdas tapi tidak mampu ( Beasiswa ) Para pelajar Stovia memberikan gagasan pentingnya sebuah organisasi mahasiswa yang modern adapun tokoh-tokoh lain adalah dari mahasiswa stovia itu ada dokter Sutomo sebagai ketua dan beberapa rekan pelajar lainya . 

Pelajar kedokteran di Stovia itu merasa penting ada pergerakan yang bersekala nasional. Tentu hal itu dilatarbelakangi oleh situasi dalam negeri dan inspirasi dari luar negeri diantaranya adalah di kemenangan Jepang atas Rusia tahun 1905 peristiwa ini mematahkan mitos bahwa bangsa kulit putih atau Eropa tidak bisa dikalahkan oleh bangsa Asia. 

Kemudian kebangkitan nasionalisme di negara-negara Asia munculnya gerakan kemerdekaan negara tetangga seperti gerakan Filipina melawan Spanyol. Revolusi Cina dan pergerakan nasional di India ini adalah faktor-faktor dari luar. 

Kemudian faktor dari dalam adalah penderitaan rakyat yang sudah sangat berkepanjangan yang menimbulkan penderitaan secara fisik. Faktor ini menjadi semangat para pelajar yang ikut merasakan dan menyaksikan langsung bagaimana kehidupan berbangsa dan bernegara saat itu di dalam suasana yang sengsara. 

Adanya kebijakan politik etis khususnya bidang pendidikan melahirkan generasi baru atau Bumiputera yang mengenyam pendidikan modern sehingga mendapatkan khazanah tentang kesadaran pembebasan bangsa dari penjajahan. 

Kenangan kejayaan masa lalu bahwa sudah diketahui bahwa Nusantara itu mempunyai kerajaan-kerajaan besar yang berjaya seperti Sriwijaya dan Majapahit. Kejayaan masa kerajaan memberikan dorongan kepercayaan diri yang tinggi untuk bisa mengulang kejayaan para pendahulunya yaitu dari zaman kerajaan. Kemudian karena mendapatkan pendidikan yang cukup dari Belanda atas kebijakan politik etis itu maka pikiran pribumi atau Bumiputra. 

Pada zaman Presiden Soekarno tanggal 20 Mei 1948 di Istana Kepresidenan Jogyakarta, ditetapkan sebagai hari penetapan kebangkitan nasional. Momen ini adalah upaya bung Karno untuk simbol pemersatu yang kuat mempererat kembali solidaritas rakyat Indonesia dan menjaga jangan sampai terjadi perpecahan antar golongan. 

Tentu semangat hari kebangkitan Nasional masih sangat relevan pada masa sekarang ini di mana variabel-variabel perpecahan itu sangat banyak bermunculan teknologi informasi dan media sosial serta berkembangnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence bagai pisau bermata dua artinya bisa menguntungkan kita dengan media sosial atau sebaiknya akan membahyakan kita sendiri. 

Medsos dan Artificial Intelligence itu mampu memperkuat rasa persatuan atau bahkan mampu juga merobek - merobek secara langsung dan tidak langsung rasa persatuan menimbulkan sebuah permusuhan antar anak bangsa. 

Hal jika tidak disikapi secara bijak dan bekal pengetahuan ilmu dan teknologi itu sendiri secara cukup. Banyak potongan-potongan berita potongan-potongan video yang sengaja dibuat atau direkayasa untuk kepentingan tertentu dan ini adalah sangat membahayakan. Namun begitu juga dengan Medsos Warga Indonesia yang sering disebut warga ( +62 ) dikenal paling kompak dalam memperjuangkan harkat dan martbat Indonesia di jagat maya.  

Untuk itu pemerintah lewat pendidikan seharusnya memberikan ilmu cukup untuk para siswa sejak dini tentang rekayasa teknologi tersebut Artificial Intelligence dan media sosial supaya bisa mendeteksi informasi fakta dan rekayasa dan menggunakannya secara bijak aman dan sehat dalam rangak tercapainya Visi Indonesia Emas di tahun 2045. Selamat Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 yang jatuh pada tanggal 20 Mei 2026 adalah "Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara".

Reffrensi : 
1.https://share.google/IrdIe6MFNLysuClgf 
2. https://id.wikipedia.org/wiki/Kebangkitan_Nasional_Indonesia
3.https://indonesiabaik.https//id.wikipedia.org/wiki/Kebangkitan_Nasional_Indonesiad/infografis/fakta-fakta-hari-kebangkitan-nasional

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Iklan Disewakan

Laman