Koperasi Guru "Sari Jaya" Wanasari Terancam Kolaps, Dihimpit Utang Miliaran Rupiah Akibat Anggota 'Ngemplang' - bregasnews.com - Koran Online Referensi Berita Pantura

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Sabtu, 27 Juni 2026

Koperasi Guru "Sari Jaya" Wanasari Terancam Kolaps, Dihimpit Utang Miliaran Rupiah Akibat Anggota 'Ngemplang'


​Bregasnews.com – Koperasi simpan pinjam guru "Sari Jaya" yang berlokasi di Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, kini berada di ujung tanduk. Koperasi tersebut dilaporkan mengalami krisis keuangan hebat hingga mencapai angka miliaran rupiah akibat tingginya angka kredit macet dari para anggotanya.

​Ketua Koperasi Sari Jaya, Darto, S.Pd., mengungkapkan bahwa kondisi keuangan koperasi pada tahun 2026 ini berada dalam status minus yang mengkhawatirkan. Krisis ini dipicu oleh banyaknya anggota yang tidak melunasi kewajiban pinjaman mereka.

​"Total ada sekitar 100 orang dari 250 anggota kami yang mengemplang hutang. Akibatnya, terjadi gagal bayar mencapai Rp 2,5 miliar," ujar Darto saat memberikan keterangan pada Sabtu (27/6/2026).

​Krisis ini memaksa pihak pengurus untuk mengambil langkah ekstrem. Aset satu-satunya milik koperasi Sari Jaya telah dialihkan ke pihak ketiga dan dibeli oleh seorang pengusaha asal Brebes berinisial R dengan nilai Rp 1,7 miliar.

​Namun, penjualan aset tersebut belum mampu menutupi total kewajiban koperasi. Berdasarkan catatan, Koperasi Sari Jaya memiliki utang pokok di Bank Jateng sebesar Rp 5 miliar. Setelah dikurangi hasil penjualan aset, koperasi masih menyisakan utang sebesar Rp 3 miliar di bank tersebut.

​Selain di Bank Jateng, koperasi juga memiliki kewajiban kepada KPRI (Koperasi Pegawai Republik Indonesia) Brebes senilai Rp 1,6 miliar, yang kini membengkak menjadi sekitar Rp 4,6 miliar hingga Rp 4,8 miliar (termasuk bunga dan akumulasi lainnya).

Darto menjelaskan bahwa dirinya menjabat sebagai ketua setelah ketua sebelumnya, Soewatno, meninggal dunia pada tahun 2021. Bersama pengurus lain seperti Kusmanto, Jahidi, Mahyar, Subhi, dan Sisworo, ia mengaku terpaksa memikul beban berat ini untuk menyelamatkan keberlangsungan koperasi.

​Bahkan, dalam upaya menjaga operasional koperasi, Darto mengaku telah meminjam dana pribadi, termasuk meminjam uang dari keponakannya untuk menutupi kebutuhan mendesak koperasi.

​"Saya pun bingung. Keponakan saya sudah menagih untuk pengembalian dana pinjaman sebesar Rp 40 juta pada Agustus mendatang. Padahal, dana itu saya gunakan untuk membantu menyelamatkan koperasi ini," ungkapnya dengan nada prihatin.

​Koperasi Sari Jaya saat ini tengah bersiap melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Dalam agenda tersebut, pengurus berencana menyampaikan kondisi faktual kepada seluruh anggota, termasuk status aset koperasi yang kini telah dititipkan ke Bank Jateng.

​Pengurus berharap ada itikad baik dari para anggota yang belum melunasi pinjaman agar keberlangsungan koperasi yang menjadi wadah kesejahteraan guru di Wanasari ini tetap terjaga.
​Reporter: Teguh
​Editor : Tris

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Iklan Disewakan

Laman