Bregasnews.com – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Brebes resmi memulai rangkaian Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk Tahun Ajaran 2026-2027. Berbeda dengan sekolah umum pada umumnya, MAN 1 Brebes menegaskan tidak menerapkan sistem zonasi dalam proses penerimaannya.
Plt. Kepala Sekolah MAN 1 Brebes, Aini Salsabila, menjelaskan bahwa sebagai instansi di bawah naungan Kementerian Agama, penerimaan siswa di Madrasah Aliyah tidak menggunakan sistem zonasi. Sebagai gantinya, sekolah menerapkan seleksi berbasis kompetensi untuk menjaring calon siswa terbaik.
"Penerimaan Murid Baru di MAN 1 Brebes tidak menggunakan sistem zonasi, melainkan menerapkan seleksi berbasis kompetensi melalui Tes Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ), Tes Hapalan (Tahfidz), dan jalur prestasi," ujar Aini Salsabila.
Lebih lanjut, Aini memaparkan bahwa pihak sekolah akan mengalkulasi dan mengakumulasi nilai dari seluruh rangkaian tes tersebut. Hasil akumulasi ini kemudian akan diproses ke dalam sistem peringkat (rangking) untuk menentukan siswa yang lolos seleksi.
"Dengan nilai tersebut, bisa diakumulasi dan dikalkulasi, sehingga sistem peringkat tetap bisa dilakukan karena memang tidak ada sistem zonasi di madrasah," tambahnya.
Tahun ini, MAN 1 Brebes menargetkan total penerimaan siswa baru sebanyak 432 orang. Kuota tersebut akan dibagi ke dalam 12 kelas, dengan kapasitas masing-masing kelas sebanyak 36 siswa.
Antusiasme masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di MAN 1 Brebes terlihat sangat tinggi. Hingga saat ini, tercatat sudah ada lebih dari 600 siswa yang mendaftarkan diri, melebihi kuota yang tersedia. Tingginya angka pendaftar ini menunjukkan besarnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di MAN 1 Brebes.
Reporter : Teguh
Editor : Tris

Tidak ada komentar:
Posting Komentar