Bregasnews.com – Bantuan pemerintah berupa program pompanisasi besar dari Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah tahun anggaran 2025 yang diterima kelompok tani "Setia Tani" di Desa Cenang, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, menuai kekecewaan mendalam. Hingga memasuki pertengahan tahun 2026, instalasi pompa air yang dikerjakan melalui mekanisme e-purchasing tersebut dilaporkan tidak dapat difungsikan sama sekali.
Ketua Kelompok Tani Setia Tani, Bambang, didampingi Ketua Gapoktan Desa Cenang, Dul Hadi, saat ditemui awak media pada Rabu (20/5/2026), mengungkapkan bahwa kegagalan fungsi mesin ini sudah diprediksi sejak awal masa pemasangan pada Oktober 2025 lalu.
Menurut mereka, pihak pelaksana (rekanan) mengabaikan masukan dari para petani terkait spesifikasi teknis. "Sejak awal kami sudah memberi masukan karena melihat rangkaian pemasangan mesin dan pipa tidak sesuai standar, namun pihak rekanan tidak mengindahkan dan terkesan abai," ujar Bambang.
Masalah Teknis dan Spesifikasi
Bambang menjelaskan bahwa meskipun mesin pompa menggunakan merek Yanmar dengan kapasitas 30 PK, namun instalasi pendukungnya dinilai tidak layak. Pipa penghisap air ke arah Sungai Pemali diduga tidak memenuhi spesifikasi teknis yang seharusnya.
"Akibatnya, air tidak bisa naik. Ketika mesin dipaksakan menyala, suhu mesin menjadi sangat panas dan mengakibatkan seal klep rusak terbakar. Harusnya boshpom menggunakan model keongan, dan pipa penghisap menggunakan material yang standar dengan ukuran yang tepat, yakni 4 inci," jelas mereka.
Menanggapi keluhan tersebut, pihak BPPT Pertanian Songgom melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Khaerul Umam, menyatakan rasa malu dan prihatin atas kondisi yang dialami petani binaannya.
"Kami selaku pembina petani di wilayah Desa Cenang sangat kecewa dengan hasil pekerjaan ini. Sudah berjalan sejak Oktober 2025, namun hasilnya nihil dan tidak memberikan manfaat apa pun bagi petani," ujar Khaerul saat dikonfirmasi di kantornya, Rabu (20/5/2026).
Khaerul menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan upaya koordinasi dengan konsultan lapangan bernama Subhi untuk menegur pihak pelaksana agar segera melakukan perbaikan. Namun, hingga saat ini, belum ada tindakan nyata yang membuat pompa tersebut dapat beroperasi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak petani dan warga Desa Cenang mendesak pihak Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah untuk segera mengevaluasi kinerja rekanan pelaksana dan melakukan perbaikan mendesak agar bantuan tersebut tidak terbuang sia-sia dan dapat segera mendukung kebutuhan irigasi lahan pertanian warga.***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar