Proyek Rabat Beton di Desa Sisalam Disorot, Kades Mengaku Tidak Tahu Menahu, Kualitas Pekerjaan Dipertanyakan - bregasnews.com - Koran Online Referensi Berita Pantura

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Kamis, 11 Juni 2026

Proyek Rabat Beton di Desa Sisalam Disorot, Kades Mengaku Tidak Tahu Menahu, Kualitas Pekerjaan Dipertanyakan

​Bregasnews.com – Pembangunan infrastruktur jalan rabat beton yang terletak di lingkungan RT 04/RW 01, Desa Sisalam, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, menuai polemik. Pasalnya, proyek yang baru selesai dikerjakan sekitar satu bulan lalu ini diduga dikerjakan asal-asalan dan tidak melibatkan koordinasi dengan pemerintah desa setempat.

​Kepala Desa Sisalam, Idi Fitriyadi, saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon, pada Kamis (11/06/2026), mengaku terkejut dengan adanya pekerjaan tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak pemerintah desa sama sekali tidak mendapatkan informasi maupun koordinasi dari pihak pelaksana proyek.

​"Saya tidak tahu itu proyek apa, dan anggaran dari mana. Pihak pelaksana tidak pernah berkordinasi dengan pihak Pemerintah Desa (Pemdes)," ujar Idi Fitriyadi dengan nada heran.

​Ketidaktahuan pihak desa ini memicu kecurigaan terkait transparansi dan akuntabilitas proyek tersebut. Kondisi ini diperparah dengan temuan di lapangan yang menunjukkan kualitas pekerjaan yang memprihatinkan.
​Fajar, seorang pemerhati pembangunan di Kabupaten Brebes, yang meninjau langsung lokasi proyek, mengungkapkan kekecewaannya. Menurutnya, pengerjaan jalan tersebut tampak tidak memenuhi standar teknis yang baik.

​"Kondisi di lapangan memprihatinkan. Permukaan cor beton terlihat 'mluduk' (rapuh) dan berdebu. Pada bagian tepi badan jalan beton juga sudah banyak yang rempel (terkelupas), serta ditemukan banyak retakan," ungkap Fajar, Kamis (11/06/2026).

​Lebih lanjut, Fajar menyoroti indikasi rendahnya kualitas material yang digunakan. Warna beton yang tampak putih pucat menjadi indikasi kuat dugaan kurangnya takaran semen atau penggunaan material dengan mutu rendah. 

Selain itu, yang paling mencolok adalah absennya papan informasi proyek di lokasi, yang seharusnya menjadi kewajiban sebagai wujud transparansi publik sesuai aturan yang berlaku.

​"Tidak adanya papan informasi proyek semakin memperkuat dugaan adanya ketidakberesan dalam proyek ini. Masyarakat berhak tahu, ini proyek apa dan menggunakan anggaran berapa, karena ini memakai uang negara yang harus bisa dipertanggungjawabkan kualitasnya," pungkas Fajar.

​Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kontraktor atau instansi terkait mengenai siapa pelaksana proyek tersebut dan dari mana sumber anggarannya. Warga berharap pihak berwenang segera melakukan audit terhadap kualitas pekerjaan jalan tersebut agar tidak terjadi kerugian negara dan manfaatnya bisa dirasakan oleh warga secara jangka panjang.***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Iklan Disewakan

Laman