Krisis SMK Andalusia Jatibarang Brebes: Murid Hanya 11 Siswa, Gaji Guru Nunggak 5 Bulan, hingga Proyek Rehab Rp565 Juta Disorot - bregasnews.com - Penyalur Suara Publik

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

6 Agustus 2026

Krisis SMK Andalusia Jatibarang Brebes: Murid Hanya 11 Siswa, Gaji Guru Nunggak 5 Bulan, hingga Proyek Rehab Rp565 Juta Disorot

​Bregasnews.com — Kondisi memprihatinkan tengah melanda SMK Andalusia yang terletak di Desa Karanglo, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes. Sekolah kejuruan swasta ini dihadapkan pada krisis operasional yang cukup parah, mulai dari minimnya jumlah peserta didik, penunggakan gaji guru dan tenaga kependidikan (TU) selama lima bulan, hingga dugaan ketidaktransparanan dalam pengelolaan dana Bantuan Revitalisasi fisik sekolah.

​Hal tersebut diungkapkan oleh pemerhati pendidikan setempat, Riza, pada Jumat (31/7/2026). Ia menyoroti ketimpangan yang terjadi di sekolah tersebut, dimana kegiatan operasional dinilai tidak sehat namun kucuran dana bantuan pemerintah tetap berjalan.

​Rincian Data Siswa dan Beban Guru
​Berdasarkan data yang dihimpun, kondisi demografi siswa di SMK Andalusia mengalami penurunan drastis:
​Tahun Ajaran 2025: Jumlah keseluruhan siswa tercatat sebanyak 33 siswa, dengan rincian 30 siswa kelas 3 dinyatakan lulus.
​Tahun Ajaran 2026: Total keseluruhan siswa kini tersisa 11 anak saja, yang terbagi atas 8 siswa kelas 1 (murid baru), 0 (tidak ada) siswa di kelas 2, dan 3 siswa di kelas 3.

​Ironisnya, meski jumlah siswa keseluruhan hanya 11 anak, jumlah tenaga pendidik dan kependidikan di sekolah tersebut justru hampir setara dengan jumlah siswanya.
​Tenaga Pendidik & Kependidikan: 10 orang (Guru dan TU)
​Penjaga Sekolah: 1 orang
​Total Pegawai: 11 orang

​"Jumlah karyawan, guru, dan TU ada 10 orang ditambah 1 penjaga sekolah. Seharusnya dengan kondisi seperti ini, sekolah dikategorikan tidak sehat dan tidak layak mendapat dana BOS. Tapi anehnya, mengapa dana BOS mengalir terus?" ujar Riza.

​​Dampak dari tidak sehatnya manajemen sekolah berimbas langsung pada kesejahteraan para pendidik. Riza mengungkapkan bahwa hingga hari ini, Jumat (31/7/2026), gaji seluruh guru, staf TU, dan penjaga sekolah telah menunggak selama 5 bulan hingga periode Juli 2026.

​Jika hingga bulan Agustus mendatang gaji belum juga dibayarkan, maka masa penunggakan akan genap menjadi 6 bulan. Kondisi ini sangat memberatkan para guru dan keluarganya di rumah yang sangat mengharapkan gaji tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

​Lebih lanjut, posisi strategis di lembaga pendidikan ini dipegang oleh pihak keluarga. Diketahui jabatan Kepala Sekolah dijabat oleh H. Rosikin, sementara Ketua Yayasan dipegang oleh istrinya (Ibu H. Rosikin).

​Di tengah krisis finansial internal dan minimnya murid, SMK Andalusia pada tahun ini justru mendapatkan alokasi Bantuan Revitalisasi untuk Rehabilitasi Ruang Kelas senilai Rp565.000.000.
​Namun, proyek bernilai setengah miliar lebih tersebut diduga sarat masalah dalam hal transparansi. Berdasarkan laporan, kepanitiaan pembangunan atau Panitia Pembangunan Sekolah (P2S) sama sekali tidak dilibatkan.

​Kepala Sekolah (H. Rosikin) diduga membelanjakan material sendiri.
​Mencari tukang dan mengawasi pekerjaan dilakukan sendiri.

​Ketika dewan guru mencoba menanyakan terkait progres dan penggunaan dana rehabilitasi tersebut, jawaban yang diterima dinilai tidak kooperatif. ​"Sudah, tugas kamu hanya mengajar saja," ujar H. Rosikin kepada para guru, meski realitas di lapangan jumlah murid yang diajar hanya tinggal 11 orang saja.

​Pihak pemerhati pendidikan dan masyarakat sekitar mendesak instansi berwenang, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan APH, untuk segera turun tangan melakukan audit terhadap tata kelola keuangan, dana BOS, serta pelaksanaan proyek revitalisasi di SMK Andalusia Jatibarang Brebes demi menyelamatkan hak-hak para guru dan masa depan pendidikan di sekolah tersebut. 
Reporter : Teguh
Editor : Tris

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Iklan Disewakan

Laman