​Ratusan Pedagang Pasar Ayam Klampok Jajakan Dagangan di Pinggir Jalan Raya, Warga Mengeluh Akses Terganggu - bregasnews.com - Penyalur Suara Publik

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

9 Agustus 2026

​Ratusan Pedagang Pasar Ayam Klampok Jajakan Dagangan di Pinggir Jalan Raya, Warga Mengeluh Akses Terganggu

​Bregasnews.com — Ratusan pedagang di Pasar Ayam Klampok, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, memilih berjualan di pinggir Jalan Raya Klampok. Aktivitas perdagangan yang tumpah ke bahu jalan ini dikeluhkan oleh warga dari desa sekitar, seperti Desa Keboledan, Desa Kupu, hingga warga Desa Klampok sendiri, karena kerap menghambat arus lalu lintas serta keluar-masuk kendaraan setiap pagi hari.

​Kondisi tersebut dipicu oleh sepinya pembeli di dalam area pasar. Salah seorang pedagang ayam, Gandhi, mengaku terpaksa harus tetap membayar uang karcis lapak sebesar Rp 5.000 meskipun kondisi di dalam pasar sangat sepi peminat.
​"Berjualan di depan jalan lebih strategis karena berdekatan langsung dengan lalu-lalang kendaraan. Sayangnya, pembeli lebih senang bertransaksi di pinggir jalan raya dan enggan masuk ke dalam pasar," ujar Gandhi saat ditemui di dalam pasar, Jumat (7/8/2026).

​Senada dengan Gandhi, Wahid (60), seorang pedagang sembako yang sudah berniaga selama 40 tahun di dalam Pasar Ayam Klampok, turut mengeluhkan fenomena serupa. 

Menurutnya, mayoritas pembeli saat ini lebih memilih berbelanja di luar pasar dibandingkan masuk ke dalam gedung.
​Di sisi lain, para pedagang di luar pasar tetap dikenakan retribusi. Eko, salah satu petugas penarik karcis pedagang di luar pasar, menyebutkan bahwa dirinya rutin menarik pungutan dari sekitar 100 pedagang yang berjualan di luar dengan tarif Rp 2.000 per pedagang.

​Sementara itu, Sri, petugas penarik karcis di dalam Pasar Ayam Klampok, mengungkapkan bahwa pihak pengelola pasar sebenarnya sudah berulang kali mengimbau para pedagang untuk masuk dan berjualan di dalam area pasar. Namun, karena para pedagang di luar bersikeras enggan masuk, petugas akhirnya memilih membiarkan kondisi tersebut.

​Warga dan pengguna jalan berharap ada langkah penertiban yang tegas dari instansi terkait agar fungsi jalan raya kembali normal dan aktivitas pasar dapat berjalan tertib tanpa merugikan pedagang di dalam maupun mengganggu kenyamanan publik.
​Reporter: Teguh
Editor : Tris

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Iklan Disewakan

Laman