DUGAAN PENJUALAN SERAGAM DI SMKN 1 TONJONG BREBES, PIHAK SEKOLAH MERASA TIDAK JUAL SERAGAM - bregasnews.com - Penyalur Suara Publik

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

15 September 2026

DUGAAN PENJUALAN SERAGAM DI SMKN 1 TONJONG BREBES, PIHAK SEKOLAH MERASA TIDAK JUAL SERAGAM


​Bregasnews.com — Isu dugaan penjualan seragam sekolah dengan harga mencapai Rp1,4 juta per siswa di SMKN 1 Tonjong, Kabupaten Brebes, mendadak mencuat ke publik. Kasus ini pertama kali diungkapkan oleh pegiat sosial sekaligus aktivis wilayah Brebes Selatan, H. Tangguh Bahari, S.Ag., S.H., M.M., kepada awak media, Selasa (15/9/2026).

​Menurut Tangguh, paket seragam tersebut mencakup lima setel pakaian yakni OSIS, Pramuka, olahraga, batik/almamater, serta wearpack disertai atribut tambahan berupa sepatu. Total biaya yang dibebankan kepada wali murid mencapai Rp1.400.000 per siswa.

​Kasus bermula ketika sejumlah orang tua siswa mengeluhkan dan meminta bantuan dana kepada Tangguh untuk melunasi biaya seragam di SMKN 1 Tonjong dengan nominal tersebut.

​Menindaklanjuti aduan itu, Tangguh mendatangi sekolah untuk melakukan verifikasi dan mendapati informasi biaya seragam tersebut benar adanya.
​Saat mendatangi lokasi, ia diterima oleh perwakilan pihak sekolah, meskipun tidak bertemu langsung dengan kepala sekolah.

​​Tangguh menegaskan bahwa praktik jual beli seragam oleh satuan pendidikan merupakan tindakan yang dilarang oleh peraturan perundang-undangan. Terlebih lagi, saat ini telah diterbitkan ketentuan spesifik melalui Surat Edaran KPK Nomor 6 Tahun 2026.

​​Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Tonjong, Kadarisman, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Selasa (16/9/2026), membantah seluruh tudingan tersebut. Ia menyatakan bahwa informasi yang beredar tidak benar dan pihak sekolah tidak pernah menjual seragam kepada siswa.
​Kadarisman menambahkan bahwa pihak sekolah membebaskan orang tua siswa untuk membeli perlengkapan seragam di luar sekolah.

​“Itu Mas Tangguh informasinya tidak benar, dan beberapa kali saya hubungi tapi tidak direspon, harusnya bisa ketemu dulu biar jelas informasinya” tegas Kadarisman. (Tim Redaksi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Iklan Disewakan

Laman