Bregasnews.com — Pemerintah Kabupaten Brebes resmi mengambil langkah cepat dan terukur dalam menjawab aspirasi masyarakat melalui peluncuran Rapat Bulanan Pengendalian dan Pemantauan Program Brebes Beres, yang populer disebut "Rabu Beres".
Kegiatan perdana ini digelar pada Selasa, 29 September 2026 di Aula Rapat Lantai 6 KPT Kabupaten Brebes.
Rapat strategis ini dipimpin langsung oleh Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, SE., MM., dan dihadiri oleh jajaran penting Pemkab Brebes, mulai dari Sekretaris Daerah, para Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati, Kepala OPD, Camat, Lurah, Kepala UOBF Puskesmas, hingga Direktur RSUD.
Inovasi ini diinisiasi oleh Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kabupaten Brebes, Hangka Yuda Wihantopo, S.H., M.H.
## Fokus Evaluasi dan Respons Cepat Atas 4.000 Keluhan Warga
Peluncuran "Rabu Beres" dilatarbelakangi oleh tingginya partisipasi dan kepedulian masyarakat, di mana tercatat ada lebih dari 4.000 komentar dan keluhan warga di media sosial dalam dua bulan terakhir.
Isu-isu krusial yang menjadi sorotan meliputi:
Infrastruktur jalan yang rusak
Permasalahan layanan BPJS
Penyaluran bantuan sosial (bansos)
Ketersediaan lapangan kerja
Penanganan banjir dan layanan publik lainnya
"Pemerintah tidak boleh hanya sekadar membuat program di atas kertas. Laporan formal dari OPD harus dicocokkan dengan kondisi riil di lapangan agar mampu memberikan keputusan dan tindakan nyata dengan tenggat waktu penyelesaian yang pasti." Hj. Paramitha Widya Kusuma, SE., MM. (Bupati Brebes)
## Integrasi Teknologi Modern via E-MONEVBANG dan WhatsApp AI
Sebagai penguatan mekanisme pengawasan, Bupati Brebes menginstruksikan agar seluruh tindak lanjut dan tenggat waktu penyelesaian keluhan warga diintegrasikan ke dalam aplikasi E-MONEVBANG.
Sistem digital pendukung ini telah dilengkapi dengan fitur-fitur canggih demi memastikan transparansi dan akuntabilitas kinerja:
Smartmap: Memetakan lokasi permasalahan secara visual dan akurat.
Early Warning System (EWS): Memberikan peringatan dini terhadap potensi keterlambatan pekerjaan.
WhatsApp AI: Menyampaikan laporan progres pekerjaan secara real-time langsung kepada pimpinan.
Melalui sistem terintegrasi ini, seluruh perangkat daerah dan Camat diwajibkan bersikap proaktif. Setiap keluhan warga wajib ditindaklanjuti secara langsung dalam maksimal 7 hari, serta melaporkan progresnya tiap minggu agar siap dievaluasi secara berkala pada forum "Rabu Beres" bulan berikutnya.
(Tim Redaksi)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar