Bregasnews.cm — Suasana haru menyelimuti ruang perawatan RSUD Brebes saat Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menjenguk empat warga Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes, yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), Rabu (14/10/2026) sore.
Di tengah kondisi korban yang masih membutuhkan perawatan medis, Paramitha memastikan Pemerintah Kabupaten Brebes menanggung seluruh biaya pengobatan mereka.
Kunjungan tersebut menjadi wujud kehadiran pemerintah daerah untuk melihat langsung kondisi para korban sekaligus memastikan keluarga mendapat dukungan penuh selama masa pemulihan.
Selain menggratiskan biaya perawatan medis, Pemkab Brebes juga menyiapkan bantuan perbaikan rumah mengingat keluarga korban berasal dari kelompok rentan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Brebes, kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas peristiwa ini. Seluruh biaya perawatan korban di RSUD Brebes kami tanggung sepenuhnya agar keluarga bisa fokus pada pemulihan,” ujar Paramitha di sela-sela kunjungannya.
Paramitha menegaskan, perhatian pemerintah tidak hanya berfokus pada penanganan luka fisik, tetapi juga memperhatikan aspek sosial ekonomi keluarga agar proses pemulihan berjalan optimal.
Berdasarkan data pemerintah daerah, keluarga korban masuk dalam desil satu atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah, berpenghasilan tidak tetap, dan tinggal di rumah yang kurang layak huni.
“Mereka tinggal di rumah lepe-lepe, tapi memiliki lahan pribadi di Desa Tengki, Kecamatan Brebes. Karena pekerjaan keluarga itu tidak tetap, kami tawarkan bantuan bedah rumah agar mereka memiliki tempat tinggal yang lebih layak,” ungkapnya.
Peristiwa KDRT yang disertai dugaan penganiayaan berat dengan senjata tajam ini terjadi pada Selasa (13/10/2026) malam. Korban terdiri atas seorang perempuan berusia 24 tahun, kedua orang tuanya, serta anaknya yang masih berusia satu tahun.
Tiga korban dewasa mengalami luka serius dan harus menjalani tindakan operasi, sementara balita satu tahun mengalami luka sayatan pada sela ibu jari dan jari telunjuk tangan kiri.
Direktur RSUD Brebes, drg. Adhi Supriadi, menjelaskan bahwa tim medis telah memberikan penanganan intensif sesuai kondisi masing-masing korban.
Pihak rumah sakit juga menggandeng Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3KB) Kabupaten Brebes untuk memberikan pendampingan psikologis.
“Keempat korban sudah ditangani oleh tim medis kami sesuai kondisi masing-masing. Selain perawatan fisik, kami juga berkoordinasi erat dengan DP3KB Brebes untuk memberikan pendampingan psikologis, khususnya bagi ibu dan anak, demi memulihkan trauma mereka,” kata Adhi.
Peristiwa tragis ini diduga melibatkan suami dari korban perempuan. Jajaran kepolisian bergerak cepat dan telah mengamankan terduga pelaku di Kota Tegal untuk mendalami motif serta rangkaian kejadian.
Di sisi lain, Pemkab Brebes mengimbau masyarakat agar tidak menyebarluaskan foto, video, maupun informasi pribadi korban terutama anak di bawah umur ke media sosial.
Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga privasi korban serta melindungi mereka dari tekanan psikologis tambahan.
Pemerintah daerah turut menyampaikan apresiasi kepada warga, pemerintah desa, dan jajaran Polres Brebes atas kesigapan mereka dalam membantu penanganan darurat para korban.***





Tidak ada komentar:
Posting Komentar