Upaya Stabilkan Harga, Digelar Operasi Pasar Di Bulakamba Brebes - bregasnews.com - Koran Online Referensi Berita Pantura

Breaking

Home Top Ad



Post Top Ad

Selasa, 23 Januari 2018

Upaya Stabilkan Harga, Digelar Operasi Pasar Di Bulakamba Brebes


Bregasnews.com – Pemerintah Propinsi Jawa Tengah bersama Bulog terus melakukan berbagai upaya dalam menstabilkan harga beras dipasaran yang hingga kini masih terbilang cukup mahal, karena operasi pasar masih belum merata dibeberapa wilayah.

Kepala Perum Bulog Divisi Regional Jawa Tengah, Djoni Nur Ashari, menuturkan bahwa Bulog sudah menyalurkan 20.200 ton beras ke 15 pasar tradisional penyumbang inflasi terbesar yang tersebar di 35 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah.

Di Jawa Tengah sendiri stok beras dinilai aman karena sesuai target yang ditetapkan Bulog, yakni menyalurkan 50 ribu ton beras hingga Maret 2018. Namun, jika nanti dalam perkembangannya harga beras sudah relatif stabil maupun dibawah Harga Eceran Tertinggi (HET), maka secara otomatis operasi pasar akan dihentikan.

Bulog Jateng juga melakukan operasi pasar ke sejumlah Kabupaten/Kota seperti Boyolali, Wonogiri dan Brebes serta beberapa daerah lainnya.

Sedangkan di Brebes sendiri operasi beras pasar dilaksanakan pada Selasa 23 Januari 2018 bertempat di Pasar Bulakamba Kecamatan Bulakamba yang dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Jateng Drs. Heru Sudjatmoko dan Kasubdrive Pekalongan yang didampingi oleh Sekda Kabupaten Brebes  Emastoni Ezam dan Muspika Kecamatan Bulakamba, serta dikawal langsung oleh Kapolres Brebes AKBP Sugiarto, Dandim 0713/Brebes melalui Danramil 07/Bulakamba Kapten Inf. Supardi beserta dengan para Babinsanya, Kepala Desa Bulakamba serta para tokoh pemuda Kecamatan Bulakamba.

Dalam kesempatannya, Wakil Gubernur Jawa Tengah Drs. Heru Sudjatmoko menjelaskan bahwa stok beras di Bulog sudah aman serta mencukupi sampai Maret dan April nanti. Semua masyarakat di Jawa Tengah tidak perlu cemas akan kelangkaan dan tingginya harga beras.

"Jangan sampai polemik beras kali ini dimanfaatkan oleh sejumlah pihak, menjadi alat politik untuk kepentingan calon kepala daerah yang terlibat dalam pilkada serentak tahun ini, Bulog kita dorong untuk semakin mempercepat penyerapan, sehingga impor beras dapat ditekan,” ujarnya.

Sementara itu, menurut Danramil 07/Bulakamba, mengatakan pada Februari dan Maret mendatang, diperkirakan Brebes akan panen raya, dan diharapkan operasi beras di pasar tidak terjadi lagi karena stok beras akan melimpah dan Brebes diharapkan dapat membantu daerah lain. Kodim 0713/Brebes bersama dengan Polres Brebes dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), terus melakukan berbagai upaya agar beras stabil, saya juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak menjual kembali beras yang dibeli dalam gelaran operasi pasar, ini adalah hal yang salah," bebernya.

“Kabupaten Brebes tidak perlu risau akan adanya isu kelangkaan beras, karena Reputasi Jawa Tengah adalah sebagai lumbung beras nasional. Percayakan kepada Bulog dan Pemerintah Daerah yang tentunya sudah mengantisipasi musim paceklik pada awal tahun 2018, pihak kami juga akan mengawal sampai harga beras stabil dipasaran,” tambahnya.

Perlu diketahui bersama bahwa, Bulog Divisi Regional Jawa Tengah sudah menyebarkan tim dengan mobil khusus pengangkut beras ke 322 titik, sehingga memudahkan masyarakat untuk membeli beras dengan harga sesuai HET. Harga beras bulog medium dijual Rp. 8500/kg nya, Medium dengan harga Rp. 12.000/kg. Sedangkan tanggapan dari masyarakat terhadap aksi operasi beras pasar yang dilakukan oleh Pemprov Jateng di Kabupaten Brebes yang dikawal oleh TNI dan Polri Brebes, merasa senang dan merasa terbantu dengan harapan bahwa harga beras dipasar segera stabil. (Aan/trs)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Iklan Disewakan

Laman