Dihari Kemerdekaan, Diadakan Penanganan Traumatik Gempa Lombok - bregasnews.com - Koran Online Referensi Berita Pantura

Breaking

Home Top Ad



Post Top Ad

Minggu, 19 Agustus 2018

Dihari Kemerdekaan, Diadakan Penanganan Traumatik Gempa Lombok


Bregasnews.com - Logistik bantuan kepada para korban gempa Lombok terus berdatangan dari berbagai wilayah di Indonesia di hari Kemerdekaan RI Ke-73 2018 guna meringankan beban warga masyarakat yang masih berada di tempat pengungsian.

Apa yang menimpa saudara-saudara kita di Lombok saat ini, perlu kita respon bersama. Baik pemerintah, dunia usaha ataupun komponen masyarakat, telah berupaya dan berkontribusi baik berupa donasi uang, barang, tenaga, pikiran dan berbagai hal lainnya guna membantu musibah nasional tersebut.

Terpisah, dikatakan Kapendam IX Udayana, Letkol Kav. Jonny Harianto, pada Jumat (17/8/18) bahwa, "Bantuan bagi korban gempa Lombok yang terus mengalir dan dipastikan akan sampai kepada warga masyarakat yang membutuhkan atau tepat sasaran. Dengan semangat menyambut kemerdekaan walaupun ditengah nuansa keprihatinan, masyarakat Lombok coba terus kami dorong agar dapat segera bangkit dari traumatis. Kepada rekan-rekan media, saya harapkan agar lebih bijaksana dan berempati dalam menyampaikan informasi-informasi terkait bencana. Saya mohon agar pemberitaan dapat menguatkan dan bersifat membangun bagi masyarakat Lombok yang masih terguncang psikis akibat ditinggalkan para keluarga serta isu gempa susulan.” ajaknya.

"Kebersamaan kita disini menunjukkan kekuatan bangsa untuk mampu melalui situasi ini.” imbuh Kapendam di Denpasar.

Senada, Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Penanggulangan Darurat Bencana (PDB) Gempa Lombok, Kolonel Czi. Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan bantuan tersebut akan sampai ke tangan warga yang membutuhkan. TNI-Polri-BPBD-Para Relawan dan masyarakat, terus bahu membahu mengatasi dampak bencana dalam masa tanggap bencana.

Untuk kesempurnaan data penanganan darurat ini, Dansatgas PDB Gempa Lombok, mengajak seluruh potensi nasional, baik kementerian, lembaga maupun relawan kemanusiaan untuk dapat melakukan registrasi dan menyamakan data fokus kegiatannya, guna masuk kedalam upaya selanjutnya, yaitu transisi ke pemulihan. Data-data dapat diperoleh di Posko PDB Gempa Lombok yang merupakan gabungan dari berbagai unsur.

Diketahui, berdasarkan data di Posko PDB Tanjung, Kamis (16/8/18), tercatat korban meninggal dunia sebanyak 466 orang, yang berasal dari Kabupaten Lombok Utara 404 orang, Lombok Barat 39, Lombok Timur 12, Lombok Tengah 2 dan Kota Mataram 9 orang. Adapun korban luka sejumlah 1.054, pengungsi 417.529 orang. Sedangkan untuk total bangunan dan rumah yang rusak terdata sejumlah 71.937 unit.

Sejak hari kedua pasca gempa hingga (17/8/18), telah terdistribusi bantuan berupa makanan cepat saji lebih dari 20.000 paket, lauk-pauk 7.000 paket, makanan tambahan gizi 6.500 paket, perlengkapan balita/kidswear 4.500 paket, family kit 4.500 paket, pakaian pantas pakai 1.000 paket, selimut 50.000 lembar, matras 14.000 lembar serta tenda gulung sebanyak 15.000 lembar. Sedangkan dukungan peralatan berupa tenda pengungsi, tenda keluarga, Rumah Sakit Lapangan (Rumkitlap), genset berbagai tipe, toren air, WC portable, hingga water treatment portable terus didistribusikan ke para pengungsi.

Untuk tenaga relawan, lanjutnya, saat ini di Lombok telah hadir Relawan Kemanusiaan dari berbagai sumber, diantaranya dari Kemensos, Kemenkes dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) RI, Mabes TNI, Polri, Basarnas, BMKG, PMI, MDMC, ACT, Artha Graha Peduli, PT. Pos Indonesia, Bank Mandiri, Bank Muamalat, Pertamina, Garuda Indonesia, Pelni, Orari dan RAPI, IDI, Dompet Dhuafa, Darut Tauhid, Universitas Airlangga Surabaya, UGM, UNPAD, UNS, UNHAS, UNIBRAW, UMI Makassar, PPNI Jawa Timur, PMI Bogor, PMI  Bali, PMI Kota Solo, PMI DKI Jaya, KKP Probolinggo, KKP Denpasar, KKP Surabaya, MDMC Semarang, MDMC Bantul, BBTKL Surabaya, YARSI Jakarta, RSIA Kenari Graha Medika Bogor, AMDA Indonesia, BPPK Nasional, Kimia Farma dan RADAR Bogor, IOF, Wanadri, Mapala, Perusahaan Asuransi, Komunitas Relawan Indonesia, BPBD dan lain-lain. Sehingga saat ini lebih dari 200 lembaga yang hadir untuk membantu Lombok.

“Kita perlu duduk bersama kembali untuk memudahkan kerja kita, semua ini semata-mata untuk kelancaran penanganan korban bencana. Dan kami sangat berterima kasih atas peran serta dan kontribusinya membantu upaya penanganan darurat ini,” imbuh Ahmad Rizal Ramdhani.

Dalam peringatan hari kemerdekaan ini, warga masyarakat khususnya anak-anak diajak bermain dan berlomba, baik balap kelereng, jalan balon tempel maupun balap karung. Kegiatan digelar di Lapangan Tanjung, Dusun Selelos, Desa Bentek dan di Kecamatan Gangga Lombok Utara.

"Senyuman dan keriangan anak-anak pengungsi ini, adalah semangat kita memberikan kembali kehidupan mereka yang sempat hilang." pungkasnya. (trs)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Iklan Disewakan

Laman