Upacara Bendera Peringatan Harkitnas Ke-109 Tahun 2017 - bregasnews.com - Koran Online Referensi Berita Pantura

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Kamis, 25 Mei 2017

Upacara Bendera Peringatan Harkitnas Ke-109 Tahun 2017


Bregasnews.com - Senin 22 Mei 2017 bertempat di Alun-alun Kab. Brebes Dandim 0713/Brebes menjadi Irup pelaksanaan Upacara Hari Kebangkitan Nasional Ke-109 Tahun 2017 yang bertemakan “Pemerataan Pembangunan Indonesia Yang Berkeadilan Sebagai Wujud Kebangkitan Nasional Tahun 2017”, dalam Upacara Peringatan Harkitnas ini juga dilaksanakan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih. Sebagai Perwira Upacara adalah Pasipers Kodim 0713/Brebes Kapten Inf Sakwad sedangkan Komandan Upacara (Danup) dijabat oleh Kapten Inf Komari Danramil 11/Paguyangan Kodim 0713/Brebes.

Untuk Susunan Pasukan Upacara terdiri dari 1 SST Korsik Gabungan, 1 SST Personel Kodim 0713/Brebes, 1 SST Sat Sabhara Polres Brebes, 1 SST Satpol PP Kab. Brebes, 1 SST Dinas Perhubungan Kab. Brebes, 1 SSR Ormas Brebes, 1 SST Linmas, 1 SST Damkar Kab. Brebes, 1 SST Pemuda Pancasila Brebes, 1 SST KORPRI, 1 SST PGRI Kab. Brebes, 1 SSR Mahasiswa, 1 SST Pelajar SMA, 1 SST Pelajar SMP dan 1 SST Pramuka SD.

Dalam amanatnya Dandim 0713/Brebes yang membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Informatika antara lain bahwa semangat Kebangkitan Nasional tidak pernah memudar, walaupun semangat itu pertama kali tercetus pada 109 tahun yang silam dengan ditandai berdirinya Organisasi Boedi Oetomo sampai dengan detik ini masih sangat ampuh menyatukan dan memberi semangat melanjutkan perjuangan dalam berbangsa dan bernegara.

Dikatakanya, pada awal Tahun 2017 Presiden dan Wakil Presiden RI mencanangkan Program Nawacita yang salah satunya adalah Aspek Pemerataan yang mendapatkan perhatian yang sangat tinggi, pemerataan pembangunan antar wilayah hendaknya diwujudkan dengan membangun Indonesia mulai dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah serta desa dalam kerangka NKRI.

Pada awal Tahun 2017, kata dia, angkanya membaik dibanding tahun sebelumnya, Koefisien Nisbah Gini (Gini Ratio) yang merupakan ukuran kesenjangan distribusi pendapatan dan kekayaan penduduk masih sekitar 40 %.

Untuk itu Presiden meminta aparat penyelenggara negara untuk bekerja keras menurunkan indeks kesenjangan tersebut melalui berbagai langkah yang multidimensi. Pemerintah terus berupaya meningkatkan aspek pemerataan pembangunan tersebut disegala sektor yang antara lain Sektor Kelistrikan dengan pembangunan ketenagalistrikan di 2.500 desa yang belum dialiri listrik dan juga pemerataan ini dilakukan melalui Subsidi Listrik yang berfokus masyarakat menengah kebawah saja, kemudian Merelokasi (Mengalihkan) subsidi listrik Tahun 2016 sebesar Rp. 12 triliyun tersebut kepada sektor kesehatan, pendidikan dan infrastruktur (sebagai contoh Presiden RI telah mencoba langsung Jalan Trans-Papua dari 4.300 Km yang direncanakan, 3.800 Km diantaranya sudah dapat digunakan.

Untuk Sektor Agraria, menurutnya, telah diluncurkan KPE (Kebijakan Pemerataan Ekonomi) yang bertumpu pada 3 pilar (Lahan, Kesempatan dan SDM). Sedangkan titik berat kebijakan ini adalah Reforma Agraria (titik berat pada peoses alokasi dan konsolidasi kepemilikan, penguasaan/akses dan penggunaan lahan melalui jalur Tanah Objek Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial bagi masyarakat menengah kebawah) termasuk legalisasi lahan transmigrasi, pendidikan pelatihan vokasi, perumahan masyarakat miskin perkotaan serta ritel modern dan pasar tradisional.

Dikatakannya, pemerintah juga melakukan pemerataan di sektor Kominfo (Program Palapa Ring) berupa pembangunan jaringan tulang punggung serat optik nasional dengan Internet berkecepatan tinggi (Broadband) guna menghubungkan seluruh wilayah Indonesia. Dengan pemerataan kominfo tersebut maka tercipta perubahan besar atau Digitalisasi, dan perubahan nyata adalah dapat dipangkasnya waktu perijinan yang biasanya berlangsung ratusan hari dapat dipangkas secara drastis hingga 6X lebih cepat dari waktu sebelumnya. Namun ada sisi negatifnya dalam digitalisasi tersebut yang mengancam ikatan persatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, oleh karenanya kita harus selalu mendahulukan kepentingan bangsa kita guna mewujudkan pemeratan pembangunan yang berkeadilan sosial.(Tris)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Iklan Disewakan

Laman