Prawita GENPPARI Ingatkan Pentingnya HIGIENITAS Dalam Pengembangan Wisata Kuliner - bregasnews.com - Koran Online Referensi Berita Pantura

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Kamis, 14 September 2023

Prawita GENPPARI Ingatkan Pentingnya HIGIENITAS Dalam Pengembangan Wisata Kuliner



Bregasnews.com - “ Seiring dengan perkembangan dunia kepariwisataan yang sangat beragam jenisnya, semua entitas bisnis pasti akan selalu berusaha untuk menyajikan layanan produk ataupun layanan jasa kepariwisataan yang terbaik. Salah satunya di bidang wisata kuliner yang memang banyak digemari oleh wisatawan yang datang untuk mencari kuliner yang dianggapnya memiliki cita rasa sesuai dengan lidahnya. Hal tersebut sangat wajar karena kompetisi bisnis kuliner ini semakin ketat dan pesainganya juga banyak. Kalau tidak melakukan upaya peningkatan kualitas produk dan kualitas layanan, pasti akan ditinggalkan oleh para pelanggan “, ujar Ketuk DPP Prawita GENPPARI Dede Farhan Aulawi di Bandung, Kamis (14/9).


Menurutnya, persaingan di dunia usaha kuliner ini harus memperhatikan banyak hal agar usahanya bisa tetap survive dan leading diantara usaha yang sejenis lainnya, misalnya kualitas rasa, kualitas penyajian, kualitas keramahan layanan, dan yang tak kalah pentingnya adalah higienitas layanan. Mulai dari higienitas juru masak (chef), higienitas meja dan kursi, higienitas toilet dan higienitas tempat pada umumnya.


Penerapan konsep dasar higienitas (kebersihan) dalam usaha kuliner merupakan faktor yang tidak boleh diabaikan. Baik dilihat dari perspektif keindahan, selera maupun keamanan pangan. Artinya harus mampu memastikan bahwa produk makanan dan minuman yang disajikan, aman untuk dikonsumsi oleh setiap pengunjung. Bahkan higienitas juga bisa membangkitkan selera, dan sebaliknya meskipun rasa enak tetapi higienitasnya jelek maka bisa membunuh selera makan pelanggan. 


Kemudian Dede juga menjelaskan tentang hal – hal yang harus diperhatikan dalam menjaga higienitas wisata kuliner. Diantaranya tentang kebersihan Diri dan Peralatan. Seluruh pegawai, mulai dari juru masak sampai pegawai kasir wajib menjaga kebersihan diri mereka sendiri. Memakai pakaian kerja yang bersih, mencuci tangan secara teratur dengan sabun, serta menggunakan sarung tangan saat diperlukan adalah langkah penting untuk mencegah kontaminasi bakteri atau zat berbahaya. Begitupun dengan peralatan yang digunakan, misalnya pisau, wadah, dan alat masak lainnya, harus selalu dibersihkan secara menyeluruh sebelum, selama, dan setelah digunakan.


Begitupun dengan tempat menyimpan makanan dan cara mengolahnya. Semua pegawai terkait harus memastikan bahwa bahan makanan disimpan pada suhu yang tepat sesuai dengan jenisnya, menghindari potensi pertumbuhan bakteri berbahaya. Bahan mentah dan matang harus dipisahkan untuk mencegah kontaminasi silang. Selain itu, menghindari penumpukan makanan mentah dengan makanan matang di tempat penyajian.


Apalagi saat melakukan pengolahan makanan, tentu harus dilakukan dengan teknik yang benar dan higienis. Ini meliputi memasak bahan makanan pada suhu yang cukup tinggi untuk membunuh  bakteri dan patogen lainnya. Memastikan bahwa semua bagian dari makanan telah matang sepenuhnya sebelum disajikan guna mencegah penyakit yang disebabkan oleh makanan setengah matang.


Tak kalah pentingnya adalah menjaga kebersihan Lingkungan Kerja secara umum. Dapur dan lingkungan kerja harus tetap bersih dan tertata dengan baik. Permukaan kerja harus sering dibersihkan dan disterilkan untuk menghindari penyebaran kuman. Selain itu, menghindari hewan atau serangga yang tidak diinginkan juga penting untuk mencegah kontaminasi. Meja makan yang kotor atau gelas piring yang kotor bisa menghilangkan selera makan. Ingat bahwa core bussines wisata kuliner adalah selera makan pelanggan.


“ Semua hal di atas tidak akan diperoleh begitu saja. Tentu harus ada proses dan upaya yang kontinyu untuk mewujudkan dan menjaganya. Semua itu bisa didapatkan dari apa yang namanya pelatihan dan pembinaan pegawai agar mereka memahami prinsip bisnis di bidang wisata kuliner. Termasuk risiko potensial dan cara mengatasinya jika terjadi sesuatu, misalnya ada pengunjung yang mengalami keracunan makanan atau minuman yang disajikan. Hal ini banyak yang tidak dipahami dan tidak disiapkan oleh para pelaku usaha kuliner “, pungkas Dede menutup pembicaraan.***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Iklan Disewakan

Laman